← Beranda

Kebugaran dan Pemain Absen di Skuad Persebaya Surabaya! Bernardo Tavares Dihadapkan Persoalan Pelik Lawan Bali United

Moch. Rizky Pratama PutraJumat, 6 Februari 2026 | 02.44 WIB
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares soroti keunggulan Bali United berupa waktu recovery lebih panjang. (Dok. Persebaya)

JawaPos.com - Kebugaran dan pemain absen menjadi dua persoalan besar yang kini menghantui langkah Persebaya Surabaya jelang laga krusial melawan Bali United. Pelatih Bernardo Tavares dihadapkan situasi pelik saat timnya belum sepenuhnya pulih, sementara pertandingan sudah di depan mata.

Skuad Green Force kembali menggelar latihan sebagai bagian persiapan menghadapi Bali United pada Sabtu mendatang. Sesi latihan berlangsung di Lapangan ABC Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa (03/02/26) sore, di bawah komando langsung Bernardo Tavares.

Latihan tersebut belum menyentuh aspek taktikal secara penuh karena fokus utama masih pada pemulihan fisik pemain. Kondisi ini terjadi karena para pemain baru saja melewati laga berat melawan Dewa United pada pertandingan sebelumnya.

Sejumlah pemain Persebaya Surabaya belum berada pada kondisi ideal untuk berlatih bersama tim. Akibatnya, mereka harus menjalani program latihan terpisah demi mempercepat pemulihan kebugaran masing-masing.

Situasi ini jelas menjadi tantangan tersendiri bagi tim pelatih dalam menyusun komposisi terbaik. Waktu persiapan yang singkat membuat setiap keputusan harus diambil secara cermat dan terukur.

Masalah kebugaran bukan satu-satunya kendala yang dihadapi Persebaya Surabaya menjelang laga penting tersebut. Tim kebanggaan Bonek itu juga dipastikan kehilangan dua pemain asing andalannya.

Bruno Moreira dan Milos Raickovic tidak bisa tampil saat menghadapi Bali United. Keduanya harus menepi karena sanksi akumulasi kartu kuning yang diterima pada laga sebelumnya.

Absennya Bruno Moreira menjadi pukulan telak bagi Persebaya Surabaya. Selain berstatus pemain kunci, Bruno juga mengemban peran sebagai kapten tim di lapangan.

Sementara itu, Milos Raickovic selama ini dikenal sebagai sosok penting di lini tengah. Kontribusinya dalam menjaga keseimbangan permainan membuat kehilangan dirinya terasa signifikan.

Kondisi tersebut memaksa Bernardo Tavares memutar otak untuk mencari solusi terbaik. Pelatih asal Portugal itu harus menyiapkan alternatif strategi tanpa mengandalkan dua pilarnya.

Di sisi lain, Bali United bukanlah lawan yang bisa dianggap remeh. Meski baru saja menelan kekalahan saat melawan Persik Kediri, kekuatan Laskar Tridatu tetap patut diwaspadai.

Bernardo Tavares menilai Bali United sebagai tim kuat dengan kualitas merata di setiap lini. Menurutnya, hasil negatif pada laga sebelumnya tidak bisa dijadikan patokan utama.

Baca Juga: Pesan Francisco Rivera dan Milos Raickovic ke Toni Firmansyah! Regenerasi Skuad Persebaya Surabaya

“Jadi tentang Bali, mereka telah bekerja dua hari dan kita untuk mempersiapkan pertandingan untuk pemulihan,” ujar Bernardo Tavares. Pernyataan tersebut menggambarkan perbedaan kondisi persiapan kedua tim.

“Saat ini target kita adalah mencoba memulihkan pemain kita, memeriksa siapa yang bisa bermain dan siapa yang tidak bisa,” lanjutnya. Fokus utama tim saat ini tertuju pada kesiapan fisik pemain.

Bernardo juga menyoroti absennya sejumlah pemain yang tidak bisa diturunkan. Kondisi ini menjadi kenyataan pahit yang harus diterima Persebaya Surabaya menjelang laga penting.

“Sayangnya kita memiliki pemain yang tidak bisa bermain, tapi mari kita persiapkan rencana yang baik untuk mencoba membuat permainan yang baik di sini,” ucapnya optimistis. Ia menegaskan pentingnya rencana matang meski situasi tidak ideal.

Bernardo menyadari laga melawan Bali United tidak akan berjalan mudah. Bermain di kandang lawan selalu menghadirkan tekanan tersendiri bagi tim tamu.

“Kita tahu bahwa itu akan sulit,” tutup Bernardo dalam pernyataannya. Kalimat singkat tersebut mencerminkan realitas yang harus dihadapi Persebaya Surabaya.

Dengan kondisi tersebut, sisa waktu persiapan menjadi sangat krusial bagi Persebaya Surabaya. Tim masih memiliki sekitar tiga hari untuk memastikan siapa saja yang benar-benar siap tampil.

Program pemulihan akan terus dimaksimalkan oleh tim medis dan pelatih fisik. Harapannya, beberapa pemain yang diragukan bisa kembali tersedia saat hari pertandingan tiba.

Bernardo Tavares juga dituntut jeli dalam membaca kondisi mental pemain. Situasi sulit seperti ini membutuhkan pendekatan psikologis agar tim tetap percaya diri.

Rotasi pemain hampir pasti dilakukan untuk menutup lubang yang ditinggalkan Bruno dan Milos. Pemain lokal pun berpeluang besar mendapatkan menit bermain lebih banyak.

Kesempatan ini bisa menjadi ajang pembuktian bagi pemain pelapis. Mereka dituntut menjawab kepercayaan pelatih di tengah keterbatasan yang ada. Duel melawan Bali United akan menjadi ujian karakter bagi Persebaya Surabaya. Tidak hanya soal kualitas, tetapi juga daya juang dan kedisiplinan selama 90 menit.

Pertandingan tersebut rencananya digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Atmosfer stadion yang dikenal angker bakal menambah tantangan bagi Green Force.

Bagi Persebaya Surabaya, hasil maksimal tetap menjadi target utama. Meski kondisi tidak sempurna, semangat untuk mencuri poin tetap menyala. Bernardo Tavares berharap timnya mampu tampil solid dan disiplin. Dengan strategi tepat, peluang meraih hasil positif masih terbuka lebar.

Laga ini juga akan menjadi tolok ukur kedalaman skuad Persebaya Surabaya musim ini. Absennya pemain inti menguji kesiapan tim secara keseluruhan. Di tengah segala keterbatasan, Persebaya Surabaya dituntut menunjukkan identitas permainan mereka. Mental bertarung khas Green Force harus tetap terjaga.

Pertemuan dengan Bali United selalu menyajikan duel sengit dan sarat gengsi. Faktor rivalitas membuat pertandingan dipastikan berjalan panas. Kondisi kebugaran dan pemain absen memang menjadi persoalan pelik bagi Bernardo Tavares. Namun, dari situ pula karakter tim bisa terlihat dengan jelas.

Sabtu malam nanti akan menjadi momen pembuktian bagi Persebaya Surabaya. Apakah Green Force mampu keluar dari tekanan dan memberikan perlawanan terbaik di Gianyar.

EDITOR: Hendra