SELEBRASI: Francisco Rivera (tiga dari kanan) bersama para pemain Persebaya Surabaya lainnya merayakan gol yang dia cetak ke gawang Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3) malam. (Antara)
JawaPos.com – Tren positif Persib Bandung terhenti. Setelah enam laga beruntun selalu meraih kemenangan, Maung Bandung akhirnya tergelincir.
Persebaya Surabaya menjadi biang keladinya. Green Force menahan imbang juara back-to-back tersebut dengan skor 2-2 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin (2/3) malam.
Bruno Moreira membuka keunggulan tuan rumah melalui eksekusi penalti pada menit ke-44. Pada babak kedua, tim tamu membalikkan keadaan. Persib mencetak dua gol melalui Luciano Guaycochea (51') dan Andrew Jung (73').
Francisco Rivera menyamakan skor menjadi 2-2 lewat golnya pada menit ke-83.
“Tentu saja kami selalu ingin menang. Namun, anak-anak menunjukkan sikap yang bagus saat tertinggal 1-2. Saya rasa patut untuk kami memberi apresiasi kepada mereka,” kata pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, dalam sesi konferensi pers seusai laga.
Selepas tertinggal 1-2, para pemain Green Force memang tampil ngotot. Hal itu dirasakan betul oleh Toni Firmansyah.
“Yang pasti, dari diri saya sendiri, rasanya ingin segera menyamakan skor agar kedudukan bisa menjadi 2-2. Namun, tentu saja sebenarnya kami ingin menang di kandang,” terang pemain asli Surabaya tersebut.
Meski hanya meraih hasil imbang, Tavares mengaku cukup lega. “Hal positifnya adalah kami mencetak dua gol melawan tim yang tidak pernah kebobolan satu gol pun dalam enam laga sebelumnya,” ujar pelatih asal Portugal itu.
Apalagi, Persebaya tampil tanpa striker murni dalam laga tersebut. Mihailo Perovic dan Bruno Paraíba masih belum fit. Akhirnya, Bayu Andriansyah diplot sebagai false nine pada pertandingan itu. Mantan winger Malut United tersebut tampil selama 54 menit.
Tavares menyebut timnya bisa saja membuat kejutan. “Jika kami memiliki pemain yang merupakan striker murni, mungkin kami bisa mencetak lebih banyak gol. Kita tidak pernah tahu. Dalam permainan, kolektivitas, dinamika, sikap, fokus, dan intensitas bisa membuat perbedaan,” tegas Tavares.
Namun, dia juga menyebut ada sisi negatif yang ditampilkan anak asuhnya. “Negatifnya adalah kami seharusnya bisa melakukan hal yang lebih baik sebelum dua gol Persib bersarang ke gawang kami. Sekarang kami akan mencoba memperbaiki hal tersebut,” ujar pelatih 45 tahun tersebut.
Di sisi lain, hasil imbang ini membuat tim pelatih Maung Bandung kecewa. Bojan Hodak memang sempat hadir dalam sesi konferensi pers seusai laga. Namun, dia tidak mau berkomentar sama sekali mengenai hasil pertandingan.
Wajar jika pelatih asal Kroasia itu marah. Sebab, hasil imbang ini membuat Maung Bandung hanya menambah satu poin. Dengan torehan 54 poin, jarak mereka dengan tim di posisi kedua semakin rapat.