
Suasana pertemuan antara pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert dengan PSSI dan perwakilan klub Liga 1. (Instagram Erick Thohir)
JawaPos.com - Sejumlah perwakilan dari klub-klub peserta Liga 1 menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap komunikasi yang dijalin oleh pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert.
Dalam pertemuan antara Patrick Kluivert, PSSI, PT Liga Indonesia Baru (LIB), dan para pemilik klub Liga 1, Direktur Utama Borneo FC Ponaryo Astaman menyatakan keterbukaan antara semua pihak penting untuk membangun kepentingan bersama yaitu memenuhi target pencapaian Timnas Indonesia.
"Kami sangat terbuka dengan acara seperti ini. Ada komunikasi yang lebih bagus antara klub dengan timnas," ujar legenda sepak bola Indonesia tersebut seperti dikutip dari Antara.
Sementara itu, GM Arema FC, Muhammad Yusrinal Fitriandi menyatakan kelegaannya bahwa pelatih timnas tidak menutup mata dengan kondisi yang ada di klub-klub Liga 1.
"Pelatih timnas akhirnya mendengarkan apa yang menjadi dinamika di klub, terutama yang berkaitan dengan pemain timnas, jadi kami berdiskusi banyak hal," kata Yusrinal.
Sebagai informasi, silaturahmi yang mempertemukan Pelatih Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, PSSI, PT Liga Indonesia Baru dan pejabat klub-klub peserta Liga 1 dilangsungkan agar terjadi sinergi yang baik antara Timnas dengan klub-klub Liga 1.
Kluivert pun secara terbuka menyatakan bahwa ia dan tim membutuhkan bantuan klub Liga 1 melalui komunikasi yang terbuka, agar bisa membantu membangun skuad timnas yang kuat.
Eks pemain AC Milan ini juga menyampaikan komunikasi yang terbangun secara baik dan berkesinambungan antara tim pelatih Indonesia dan klub peserta Liga 1 akan berdampak pada terbentuknya timnas yang kuat.
"Saya sangat senang berada di sini. Saya akan memberikan yang terbaik. Saya membutuhkan semua orang yang berada di sini, begitu juga sebaliknya," sebut Kluivert.
Sementara itu, asisten pelatih timnas, Denny Landzaat meminta agar klub-klub Liga 1 bisa terbuka dengan kondisi masing-masing agar tim pelatih Timnas Garuda bisa memahami dinamika klub.
"Kami butuh keterbukaan dari klub sehingga bisa memahami kondisi klub. Tentu, untuk mewujudkan timnas yang kuat, butuh komunikasi yang bagus dengan klub," ujar Landzaat.
Di sisi lain, Dirut PT LIB Ferry Paulus menambahkan, adanya pertemuan ini bisa menjadi langkah awal untuk komunikasi yang intens dari pihak timnas dan klub dalam rangka membangun kekuatan Timnas Indonesia.
"Ini merupakan langkah awal yang baik untuk membangun sinergi yang kuat antara LIB dan Timnas Indonesia," ujar Ferry.
Tidak bisa dipungkiri bahwa sinergi antara Timnas Indonesia dan klub peserta Liga 1 harus terus terjaga karena pemain dari kompetisi liga pasti ada yang dipanggil membela timnas.
Jangan sampai terjadi konflik kepentingan seperti yang jamak terjadi antara timnas suatu negara dengan klub tertentu karena berebut pemain dan kurang terjalinnya komunikasi yang baik.
