
Pieter Huistra saat menghadiri konferensi pers. (Instgagram Pieter Huistra)
JawaPos.com - Borneo FC sepakat mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Pieter Huistra. Di tangan Pieter Huistra, Borneo FC musim ini duduk di posisi 10 klasemen sementara Liga 1 2024/2025.
Borneo FC musim ini baru mengemas 26 poin hasil dari 18 pertandingan. Semalam Borneo ditundukkan tim tamu Semen Padang di kandang sendiri.
Laga semalam adalah pertandingan resmi terakhirnya dengan Borneo. Ia tidak terlihat mendampingi Matheus Pato dan kawan-kawan, digantikan oleh asistennya yaitu Demerson Bruno Costa.
Pada 5 laga terakhir di Liga 1, Pieter Huistra gagal memetik poin sempurna. Ia hanya membawa 4 poin hasil 3 kali kalah, 1 seri, dan 1 kemenangan.
Memalukannya lagi, Borneo di bawah asuhan Huistra harus takluk dua kali di hadapan Pusamania. Skor 0-4 dari Persik, dan 1-3 dari tim papan bawah Semen Padang.
Hasil itu sangat mengejutkan karena Borneo sangat diunggulkan. Mereka memiliki mantan top skor Liga 1, dan musim lalu duduk di puncak klasemen reguler series.
Sebelumnya, Borneo FC bermain di ajang ASEAN Club Championship 2024/2025. Mereka ditumbangkan raja sepak bola Thailand dengan skor meyakinkan 4-0.
Lalu, pada Rabu (15/1), dikutip dari akun pembahas sepak bola salah satunya Ngapak Football di Instagram, memberikan informasi bahwa Borneo FC mengakhiri kerja samanya dengan Pieter Huistra.
"Borneo FC dan Pieter Huistra wangsitnya sepakat mengakhiri kerja sama", tulisnya.
Namun, hingga saat ini, belum ada informasi resmi dan klaim alasan dari Borneo FC terkait pengakhiran kerja sama ini.
Bersama Borneo FC sejak 2023, Pieter Huistra telah mencatatkan 72 pertandingan. Ini mencakup segala ajang mulai Liga 1, Piala Presiden, ASEAN Club Championship. Ia mencatatkan 38 kemenangan, 15 seri, dan 19 kali kekalahan.
Prestasi terbaiknya ketika ia mampu membawa Borneo FC finish di posisi pertama Liga 1 2023/2024 sistem reguler series. Ini sekaligus prestasi keduanya dengan tim di Asia, setelah sebelumnya juara bersama klub Uzbekistan, yaitu Pakhtakor pada 2021.
Pieter Huistra juga sempat ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan Timnas Indonesia era Patrick Kluivert. Ia digadang-gadang masuk jajaran kepelatihan timnas era Kluivert, salah satunya sebagai Direktur Teknik.
Sebelum berlabuh di Indonesia, Pieter Huistra menjabat sebagai asisten pelatih klub Belanda, yaitu FC Groningen di Eredivisie. Ia juga pernah melatih kasta 2 Belanda bersama De Graafschap.
Dirinya juga berpengalaman di sepak bola Indonesia sebagai Pelatih Interim timnas pada 2015. Sayangnya, kala itu federasi PSSI dibekukan oleh FIFA.
