
Shin Tae-yong. (Istimewa)
JawaPos.com - Minggu (5/1) siang hari ini digemparkan oleh salah satu postingan dari anggota Exco PSSI, Khairul Anwar. Khairul Anwar mengunggah sebuah postingan video yang menampilkan pemain timnas yang sedang bersalaman dengan caption mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Shin Tae-yong.
“Terimakasih STY atas kebersamaannya selama ini, kamu tetap mjd bagian sejarah transformasi sepakbola Indonesia,” tulis Khairul Anwar dalam unggahan instagramnya @kairulanwar_1.
Sontak unggahan tersebut membuat drama pelatih asal Korea Selatan tersebut terus berlanjut, banyak warganet yang mempertanyakan kebenaran berita tersebut.
Sebenarnya siapa pria ini? Berikut JawaPos.com ungkap profil salah satu anggota baru Exco PSSI yang bernama Khairul Anwar.
Khairul Anwar merupakan anggota baru dari Komite Eksekutif PSSI. Sebelumnya, ia merupakan bagian dari Komisi Disiplin PSSI era Mochamad Iriawan atau biasa disebut Iwan Bule.
Visi dari Khairul sendiri adalah untuk menjadikan sepak bola Indonesia menjadi salah satu yang terkemuka di Asia. Salah satu misinya adalah meningkatkan profesionalisme di semua sektor.
Semua sektor disini termasuk di antaranya manajemen klub, pelatihan pemain, dan pengelolaan kompetisi.
Khairul juga berkomitmen untuk memperbaiki kualitas sepak bola dari level terbawah atau yang biasa disebut grassroot, memastikan bahwa pemain muda Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berkembang melalui fasilitas dan pembinaan yang memadai.
Pria yang lahir di Tulungagung pada 28 November 1971 ini pernah menjabat sebagai ketua Komisi Banding di Asprov PSSI Jawa Tengah. Khairul pernah menjadi Direktur dan General Manager PSIS Semarang pada tahun 2010an.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai ketua DPC Asosiasi Advokat Indonesia Kota Semarang.
Khairul Anwar dan Arya Mahendra Sinulingga menjadi dua nama baru di Komisi Eksekutif PSSI periode 2023-2027.
Pria berusia 53 tahun ini merupakan salah satu sosok baru dalam Komisi Eksekutif PSSI. Dedikasi tinggi yang dibawanya bisa menjadi awal perubahan yang lebih baik untuk sepak bola Indonesia, baik dari sisi organisasi, pembinaan, hingga prestasi tim nasional.
