
Persik Kediri saat mengalahkan Arema FC 1-0 di Stadion Brawijaya Kediri. (Instagram @persikfcofficial)
JawaPos.com - Komdis PSSI resmi menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp 50 juta karena melanggar aturan saat menjamu Arema FC pertengahan Desember lalu. Sanksi denda tersebut dijatuhkan karena terdapat pelanggaran penonton saat berlangsungnya laga di Stadion Brawijaya, Kediri.
"Ada dua jenis pelanggaran yang dianggap pelanggaran kode etik, yakni lemparan botol air mineral dan penonton lompat pagar berusaha masuk area lapangan," kata Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) Persik Kediri, Tri Widodo seperti dikutip dari Antara.
Ia menambahkan dua tindakan tersebut mengakibatkan sanksi yang cukup berat yaitu harus membayar denda Rp 50 juta, yakni untuk lemparan botol air mineral dikenai sanksi Rp 20 juta, serta penonton yang melompat pagar dendanya Rp 30 juta.
Widodo menambahkan untuk nominal denda memang tergantung dari pelanggaran yang dilakukan. Sanksi yang lebih berat bahkan bisa dikenakan karena penonton menyalakan flare, kembang api, maupun petasan.
Ia menyebut nominal satu titik kembang api bisa mencapai Rp 50 juta. Maksimal ada empat titik yang didenda, sehingga nominal dendanya bisa membengkak menjadi Rp 200 juta.
Maka dari itu, ia terus memberi edukasi kepada para penonton agar mereka tidak melakukan tindak pelanggaran saat menonton laga. Karena jika ditemukan pelanggaran, pihak klub juga akan merugi.
"Kami imbau penonton untuk bisa menahan diri. Emosi oke, tapi jangan sampai menimbulkan pelanggaran yang merugikan," kata dia.
Ia menambahkan jika terkena denda, pihaknya juga agak kelabakan karena harus segera dibayarkan. Hal itu tentu mengganggu persiapan Persik untuk mengarungi Liga 1 yang pastinya membutuhkan dana besar.
"Kami terus berikan edukasi ke penonton untuk tidak berbuat yang merugikan panpel dan klub. Denda itu tidak dibuat-buat. itu regulasi dari FIFA sampai PSSI dan denda harus dibayarkan," pungkasnya.
Sebagai informasi, Persik menang tipis saat bertanding melawan Arema FC di Stadion Brawijaya, Kediri, dengan skor 1-0.
Ketegangan antarsuporter sempat terjadi juga di luar stadion. Kala itu terdapat sejumlah suporter Arema FC yang berkumpul di perbatasan Kediri-Malang, menuntut agar rekan mereka yang sempat diamankan petugas untuk dikembalikan.
