
oan Laporta, Presiden Barcelona berpidato selama dua jam pada Selasa (14/1) waktu setempat. (JOSEP LAGO/AFP)
JawaPos.com - Presiden Barcelona, Joan Laporta mengecam kritik-kritik dari berbagai pihak dan menuduh adanya kampanye untuk mengacaukan keseimbangan klub terkait pendaftaran Dani Olmo dan Pau Victor.
Pendaftaran Olmo dan Victor ditolak di paruh kedua musim ini setelah La Liga dan Federasi Sepak Bola Kerajaan Spanyol [RFEF] menuduh Barcelona telah melewati batas waktu 31 Desember untuk menunjukkan bukti bahwa mereka telah mematuhi aturan financial fair play [FFP].
Melansir dari ESPN, Joan Laporta membeberkan bahwa timnya sudah menyediakan semua dokumen yang diperlukan untuk membuktikan bahwa mereka berada dalam posisi aman untuk mendaftarkan Olmo dan Victor ke dalam skuad di paruh kedua dengan tepat waktu.
Dewan olahraga tertinggi Spanyol (CSD) memutuskan bahwa Barcelona dapat memberikan pernyataan, memberikan waktu untuk Olmo dan Víctor sementara untuk terdaftar dalam skuad selama CSD melakukan investigasi pada kasus tersebut.
“Banyak orang melakukan aksi (kritik) dengan niat untuk menggoyahkan klub (Barcelona) baik dari luar maupun dalam,” kata Laporta dalam konferensi pers yang berlangsung hampir dua jam pada Selasa (14/1) waktu setempat.
“Mereka ingin meruntuhkan klub pada momen penting dalam sejarah kami, dengan tim muda yang akan membawa klub menuju kejayaan.
“Tetapi mereka harus bekerja lebih keras untuk menumbangkan kami. Mereka harus lebih bekerja keras jika ingin menggoyahkan klub dengan sejarah 125 tahun,” tambahnya.
"Kami sudah terbiasa dengan hal seperti itu, tidak ada apa pun yang terjadi selama beberapa minggu terakhir yang mengejutkan saya. Kampanye untuk mencoreng nama klub tidak akan menghentikan kami untuk menjadi contoh dan dikagumi oleh jutaan orang di seluruh dunia."
Mengutip dari ESPN, Laporta tidak menyebut secara spesifik dari mana menurutnya penyerangan (kampanye) tersebut berasal dan ia terus menentang jajaran orang yang ada dalam klub yang memintanya untuk mundur setelah kasus pendaftaran Dani Olmo dan Pau Victor.
“Mereka mempunyai hak menunjukkan rasa cintanya kepada Barcelona dan mereka tidak memanfaatkannya. Mereka berada di pihak yang ingin merusak keutuhan klub.” ujar pria 62 tahun tersebut.
Joan Laporta dalam pidatonya tersebut juga menyinggung tim-tim LaLiga yang mengkritik keputusan CSD untuk menyetujui pendaftaran Olmo dan Víctor seperti, Atlético Madrid, Valencia dan Espanyol, yang merilis pernyataan pekan lalu.
“Saya menyayangkan ada klub yang bersebrangan dengan kami. Itu tidak pada tempatnya dan sangat menyedihkan, tapi setiap orang punya berhak untuk berpendapat. Kami berterima kasih kepada klub-klub berada di pihak kami,” katanya
Laporta juga menjelaskan mengapa klub merasa sudah mematuhi peraturan FFP La Liga dan tepat waktu untuk mendaftar dua pilarnya tersebut.
“Semua dokumen yang dibutuhkan dalam penyelidikan telah diserahkan La Liga sejak 27 Desember. Jelang batas waktu pihak La Liga meminta lebih banyak dokumen, pada 31 Desember kami merasa semuanya sudah beres. Mereka kemudian meminta lebih banyak [informasi] yang tidak kami setujui,” jelasnya dalam pidato tersebut.
Ia menyampaikan secara rinci tentang kontrak baru dengan merk Nike yang bernilai dua kali lipat dari apa yang mereka peroleh dari kontrak sebelumnya dengan perusahaan Amerika tersebut hingga tahun 2028 dan akan berlanjut hingga tahun 2038 dengan nilai kontrak bernilai tiga kali lipat.
