
Pesepak bola Timnas Indonesia Jay Idzes pada pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Selatan (19/11/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, dianggap sebagai pemimpin baru di lini pertahanan Venezia. Menanggapi klaim tersebut, dia memberikan pandangannya.
Jay Idzes menjadi andalan mengawal lini pertahanan Venezia dalam mengarungi Liga Italia 2024/2025. Dia telah tampil dalam 19 pertandingan untuk klub berjuluk Singa Bersayap itu sejauh ini.
Dalam skema tiga bek yang digunakan Venezia, Kapten Timnas Indonesia itu biasanya bermain di sisi kanan atau kiri. Sementara posisi bek tengah diisi oleh Michael Svoboda, pemain yang selama ini menjadi pilar utama tim.
Namun, Svoboda diperkirakan harus menepi lama akibat cedera ACL yang dideritanya. Absennya bek asal Austria tersebut menjadi tantangan besar bagi pelatih Eusebio Di Francesco.
Dengan cedera yang dialami Svoboda, Idzes kemudian mendapatkan peran baru berada di posisi bek tengah dalam skema tiga bek milik Venezia.
Biasanya yang berada di posisi bek tengah berperan sebagai pemimpin dalam berkoordinasi dengan bek-bek lainnya.
Peran baru Jay Idzes di Venezia kini menjadi sorotan utama. Ia dipandang sebagai sosok pemimpin baru di tim, terutama setelah absennya Michael Svoboda.
Saat ditanya mengenai perasaannya menjalani peran sebagai pemimpin di dalam tim, Idzes memberikan jawaban dengan sikap diplomasi.
“Kami memiliki banyak pemimpin di tim ini. Svoboda adalah salah satunya. Kami memiliki kombinasi yang baik antara pemain muda dan pemain berpengalaman seperti Joel Pohjanpalo dan Francesco Zampano,” kata Idzes, dikutip dari Tutto Venezia Sport.
“Saya bukan satu-satunya yang memiliki lebih banyak pengalaman, dan yang terpenting adalah kekompakan tim yang kami miliki,” ucapnya lagi.
Jay Idzes juga mendapat pertanyaan tentang apakah Lautaro Martinez menjadi striker tersulit yang pernah dia hadapi.
Menanggapi hal itu, Idzes dengan santai menjawab bahwa ia tidak menganggap Martinez sebagai satu-satunya pemain terhebat.
"Setiap tim di Serie A memiliki pemain-pemain hebat. Setiap minggu, saya harus menghadapi lawan yang kuat, dan itu selalu menjadi tantangan bagi saya," ujar pemain berusia 24 tahun itu.
"Pekan ini, saya harus menghadapi pemain-pemain seperti Lautaro, Mehdi Taremi, Marcus Thuram, dan Arnautovic."
"Saya merasa senang bisa bersaing dengan pemain-pemain seperti mereka. Saya berusaha menikmatinya dan selalu memberikan yang terbaik," tambah Idzes.
