Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 18.24 WIB

Layaknya Shin Tae Yong dan Pemain Timnas Indonesia, Berikut Deretan Dinamika Internal di Klub Sepak Bola Dunia

Pertengkaran Antar Dua Pemain Newcastle, Lee Bowyer dan Kieran Dyer. (Independent) - Image

Pertengkaran Antar Dua Pemain Newcastle, Lee Bowyer dan Kieran Dyer. (Independent)

JawaPos.com - Kepergian Shin Tae-yong akibat dipecat petinggi federasi PSSI, menyisakan banyak pertanyaan dari netizen dan pengamat sepak bola Indonesia. Sederet prestasi yang didulang Shin Tae Yong masih belum cukup untuknya bertahan.

Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menginformasikan banyak hal mengencai pemecatan ini. Termasuk dinamika internal, strategi kepelatihan, sosok pelatih pengganti, dan direktur teknik yang akan ditunjuk.

"Dinamika di timnas ini menjadi perhatian khusus dalam kami melakukan evaluasi. Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang disepakati oleh para pemain,” ucap Erick Thohir via siarang langsung Youtube Channel resmi PSSI.

Komunikasi buruk menjadi indikasi bahwa Shin Tae Yong tidak dapat melakukan implementasi dengan baik program yang dijadikan target. Kendala bahasa menjadi kunci, karena pemain asuhan Shin Tae Yong menggunakan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Belanda. Sementara itu, Shin Tae Yong memakai Bahasa Korea.

Dinamika internal yang terjadi di dalam Timnas Indonesia dan Shin Tae Yong juga dialami oleh sejumlah klub. Dinamika ini terjadi akibat salah paham antar pemain ataupun antara pelatih dengan pemain dan pelatih dengan pihak klub.

Berikut deretan klub sepak bola dengan masalah dinamika internal yang dialami:

1. David Beckham dan Sir Alex Ferguson

Kisah antara David Beckham dan Sir Alex Ferguson ketika masih menangani Manchester United sempat menjadi cerita menarik. Cerita terkuak akibat dokumenter Netflix yang berjudul “Beckham”.

Dilansir dari dailymail.co.uk, kisah bermula dari Manchester United yang bermain buruk di babak pertama kala menghadapi Arsenal pada 15 Februari 2003. Sir Alex Ferguson ketika itu melakukan kritik terhadap Beckham yang bermain buruk dan berakibat gol ke-2 Arsenal.

Beckham yang dipojokan merasa harus membela dirinya, karena tidak pernah selama delapan tahun mengabaikan instruksi sang pelatih. Namun, reaksi Sir Alex Ferguson ketika itu semakin meledak akibat pembelaan Beckham.

“David, ketika kamu berbuat salah, kamu harus menyadari kesalahan itu,” ucap Sir Alex Ferguson kala itu. Dengan panasnya situasi, Beckham bereaksi keras dan berteriak ke arah Sir Alex Ferguson untuk membela diri.

Kejadian berikutnya adalah Sir Alex Ferguson melangkah mendekati dirinya, kemudian dia menendang sebuah sepatu di lantai ke arah David Beckham. Kemarahan itu membuat sepatu yang ditendang mendarat di pelipis bagian kiri Beckham dan mengakibatkan pendarahan.


2. Roberto Mancini dan Mario Balotelli

Dinamika internal lainnya yang juga menjadi perhatian publik adalah Roberto Mancini dan Mario Balotelli ketika berseragam Manchester City. Kejadian tersebut terjadi pada tahun 2013, saat sesi latihan Manchester City.

Dilansir dari theguardian.com, keduanya terlibat kontak fisik di sesi latihan tersebut dan dilihat oleh satu tim yang sedang berlatih. Roberto Mancini ketika itu tidak puas dengan ketidaktepatan Mario Balotelli mengambil keputusan dan Balotelli bereaksi buruk.

Menurut saksi mata, Roberto Mancini mencoba untuk membuat Mario Balotelli jatuh ke tanah namun Balotelli terlalu kuat. Akibatnya, beberapa staf kepelatihan Mancini memisahkan keduanya.

Kejadian itu kemudian memunculkan rumor yang beredar tentang masa depan Mario Balotelli di Manchester City. Selain itu, Balotelli langsung meninggalkan lapangan latihan Manchester City dan pergi dari lapangan latihan 10 menit setelah kejadian.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore