Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 17.45 WIB

Hari Braille Sedunia: Kisah Inspiratif Louis Braille, Penemu Sistem Tulisan untuk Tunanetra

Ilustrasi Hari Braille Sedunia 4 Januari. (Image by freepik) - Image

Ilustrasi Hari Braille Sedunia 4 Januari. (Image by freepik)

JawaPos.com - Setiap tanggal 4 Januari, dunia memperingati Hari Braille Sedunia, sebuah momen penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya huruf braille sebagai sarana komunikasi dan literasi bagi tunanetra.

Hari Braille Sedunia bertepatan dengan hari lahir Louis Braille, penemu sistem tulisan braille yang menjadi revolusi besar bagi penyandang tunanetra di seluruh dunia.

Kisah Inspiratif Louis Braille
Louis Braille lahir pada 4 Januari 1809 di Coupvray, Prancis. Pada usia tiga tahun, ia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kebutaan total. Namun, keterbatasan ini tidak menghentikan Louis untuk menciptakan perubahan besar dalam hidupnya dan orang lain.

Pada usia 15 tahun, Louis berhasil mengembangkan sistem tulisan dengan pola enam titik timbul yang dapat diraba. Sistem ini memungkinkan tunanetra membaca, menulis, dan mengakses informasi dengan lebih mudah. Sistem tersebut kemudian dikenal sebagai huruf braille, yang kini digunakan di seluruh dunia.

Penetapan Hari Braille Sedunia oleh PBB
Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan 4 Januari sebagai Hari Braille Sedunia pada November 2018. Peringatan pertama dilakukan pada 4 Januari 2019.

Hari Braille Sedunia bertujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya huruf braille sebagai alat komunikasi untuk mewujudkan hak asasi manusia bagi tunanetra. Selain itu, peringatan ini menyoroti pentingnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan, layanan publik, dan pekerjaan.

Peran Braille dalam Literasi dan Inklusi Sosial
Braille adalah representasi taktil dari simbol alfabet, angka, dan tanda baca yang menggunakan enam titik timbul. Sistem ini memungkinkan tunanetra membaca buku, majalah, dan dokumen yang sama seperti versi cetak biasa.

Dalam dunia pendidikan, braille menjadi alat vital untuk mendukung literasi dan mendorong kebebasan berekspresi bagi tunanetra. Di sektor publik, penggunaan braille telah meluas, termasuk pada sistem transportasi, perbankan, dan dokumen resmi.

Braille di Indonesia
Di Indonesia, sistem braille telah diterapkan di berbagai bidang, mulai dari pendidikan hingga layanan publik. Buku pelajaran, dokumen resmi, hingga informasi di fasilitas umum seperti transportasi kini dilengkapi huruf braille untuk memastikan inklusi bagi penyandang tunanetra.

Mengapa Hari Braille Sedunia Penting?
Hari Braille Sedunia mengingatkan kita bahwa setiap individu, tanpa memandang keterbatasan fisik, memiliki hak yang sama untuk mengakses informasi dan pendidikan. Sistem braille adalah simbol perjuangan inklusivitas, membantu jutaan tunanetra di seluruh dunia untuk menikmati hak-hak dasar mereka.

Peringatan ini juga menjadi ajakan bagi masyarakat untuk terus mendukung inklusi sosial dan memastikan semua individu, termasuk tunanetra, dapat berpartisipasi aktif dalam kehidupan sehari-hari.

Selamat Hari Braille Sedunia! Mari terus mendukung literasi dan inklusivitas bagi semua.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore