JawaPos.com - Perusahaan keuangan asal Amerika Serikat, Goldman Sachs memperkirakan Xiaomi akan menjual 350.000 kendaraan listriknya (EV) pada 2025. Angka ini bahkan akan naik menjadi 655.000 pada 2026.
Seperti dilansir dari Arena EV, Xiaomi EV memang menggambarkan pertumbuhan dan profitabilitas yang sangat besar di tahun-tahun mendatang. Bahkan, perusahaan yang juga menjual ponsel itu telah menjadi pusat kekuatan EV.
Perjalanan EV Xiaomi dimulai dengan peluncuran model pertamanya, sedan SU7, pada Maret 2024. Mobil ini tersedia dalam tiga versi yakni Standar, Pro, dan Max. SU7 dipatok dengan harga mulai dari 215.900 yuan (Rp 482 jutaan) dan naik hingga 299.900 yuan (Rp 670 jutaan).
Perusahaan tersebut kemudian mengumumkan varian berkinerja tinggi, yakni SU7 Ultra, dengan harga 814.900 yuan (Rp 1,8 miliar).
Kendaraan listrik kedua Xiaomi, SUV YU7, akan diluncurkan pada pertengahan 2025. Ekspansi ke segmen SUV populer ini diharapkan dapat mendongkrak penjualan kendaraan listrik Xiaomi.
Perusahaan ini juga telah aktif berinvestasi dalam kemampuan produksinya. Pabrik baru di Yizhuang, Beijing, dengan kapasitas tahunan sebesar 300.000 kendaraan, diharapkan akan beroperasi penuh pada Juni 2025.
Goldman Sachs meyakini strategi produk unggulan Xiaomi yang berfokus pada kendaraan berkualitas tinggi dan kaya fitur merupakan kunci keberhasilannya. Bank tersebut memperkirakan bahwa bisnis kendaraan listrik Xiaomi dapat mencapai profitabilitas pada 2026.
Ini merupakan yang pertama di industri ini, karena banyak perusahaan rintisan kendaraan listrik yang kesulitan mencapai profitabilitas di tahun-tahun awal.
Rencana ambisius Xiaomi untuk kendaraan listrik didukung oleh salah satu investasi terbesar dalam penelitian dan pengembangan. Perusahaan akan menghabiskan 13 miliar yuan untuk R&D pada 2025.
Xiaomi menghadapi persaingan ketat dari produsen mobil mapan dan perusahaan rintisan kendaraan listrik lainnya, tetapi pengenalan merek yang kuat, keahlian teknologi, dan strategi ekspansi yang agresif memposisikannya sebagai pemain penting di pasar kendaraan listrik.
Jika prediksi Goldman Sachs terbukti akurat, Xiaomi dapat segera menjadi nama yang dikenal luas di dunia kendaraan listrik, seperti halnya di industri telepon pintar.