Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Januari 2025, 19.46 WIB

Kata Honda Terkait Rencana Tarif Impor Asing di Amerika Serikat

Ilustrasi: Honda mengumumkan recall untuk perbaikan masalah pada beberapa komponen di unit Civic, Accord dan All New CR-V. (Istimewa) - Image

Ilustrasi: Honda mengumumkan recall untuk perbaikan masalah pada beberapa komponen di unit Civic, Accord dan All New CR-V. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Honda buka suara terkait ancaman Presiden Terpilih Amerika Serikat, Donald Trump untuk mengenakan tarif pada impor asing dan menghilangkan subsidi federal yang telah membantu warganya menghemat miliaran dolar terkait kendaraan listrik.
 
Direktur dan Wakil Presiden Honda, Noriya Kaihara, mengatakan, perusahaan harus fleksibel mengenai kebijakan tersebut, jika pada akhirnya diterapkan.
 
"Jika Trump mempengaruhi strategi pemerintah di masa mendatang, kami harus sangat fleksibel saat subsidi dipotong atau dihentikan," kata Kaihara dalam sebuah diskusi di Las Vegas, Amerika Serikat, seperti dikutip dari The Verge.
 
 
Kebijakan fleksibel ini mencakup lokasi Honda membangun kendaraan paling populernya seperti CR-V dan Civic. Terlebih pabrik di Amerika Serikat dan negara lain seperti Kanada dan Meksiko hampir mencapai tingkat produksi penuh.
 
“Tidak mudah untuk mengubah arah itu, tetapi tergantung pada situasi tarif, kami mungkin harus mengubah lokasi produksi ke Jepang atau tempat lain,” ungkap dia.
 
Langkah signifikan ini tentu akan memakan biaya besar dan dapat mengakibatkan kenaikan harga bagi konsumen saat mereka membeli Honda berikutnya. Meski demikian, Honda tidak goyah dalam komitmennya terhadap elektrifikasi.  
 
"Untuk saat ini, kami akan memiliki EV baru tahun depan untuk seri Zero. Untuk jangka panjang, saya pikir, dengan mempertimbangkan masalah lingkungan, EV akan menjadi solusi untuk masa depan, dan itu tidak akan berubah,” tukas dia.
 
Sebagai informasi, menurut laporan terbaru oleh S&P Global Mobility, pasar kendaraan listrik global akan tumbuh hampir 30 persen dari tahun ke tahun, dengan 89,6 juta kendaraan listrik baru diperkirakan akan terjual tahun ini. 
 
Bahkan, menurut Allied Market Research, pasar kendaraan otonom global diperkirakan akan mencapai sekitar 60,3 miliar USD pada 2025 dan diproyeksikan akan mencapai 448,6 miliar USD tahun 2035. 
 
Jika produsen mobil Jepang ingin terus mendominasi pasar seperti yang telah mereka lakukan sejak tahun 1960-an, mereka harus melakukan iterasi dengan cepat dan menempatkan produk ke tangan konsumen.
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore