JawaPos.com - Afeela, mobil listrik pertama Sony hasil usaha patungan dengan Honda resmi diumumkan kepada publik. Langkah penjualan produk otomotif pertama Sony itu dimulai dengan mengumumkan harga resminya di panggung Consumer Electronic Show (CES) 2025 di Las Vegas, Amerika Serikat (AS).
Pada konferensi persnya di CES, Sony Honda Mobility mengumumkan harga dan rincian prapemesanan untuk Afeela 1. Kendaraan ini akan hadir dalam dua trim yakni Afeela 1 Origin dan Afeela 1 Signature.
Adapun masing-masing harga kedua mobil listrik Sony Afeela itu adalah mulai USD 89.900 atau berkisar Rp 1,4 miliar dan USD 102.900 atau berkisar Rp 1,6 miliar lebih. Kedua harga tersebut sudah termasuk langganan gratis selama tiga tahun untuk berbagai fitur dalam mobil, termasuk bantuan pengemudi Level 2+ milik perusahaan dan asisten pribadi bertenaga kecerdasan buatan.
Meski sudah diumumkan harga resminya, juga desainnya secara umum, mobil listrik Sony Afeela ini tampaknya belum final. Sebab spesifikasi akhir dari mobil ini masih belum diungkapkan secara gamblang baik oleh Sony atau Honda selaku mitra usaha patungannya.
Dilansir dari TheVerge, pengumuman terbaru di acara CES 2025 mengungkapkan jangkauan mobil listrik tersebut mampu mencapai jarak hingga 300 mil atau setara dengan 482 km lebih menurut estimasi EPA, dan dukungan bawaan untuk jaringan Supercharger Tesla.
Satu-satunya pilihan cat tampaknya tersedia saat pemesanan adalah warna hitam yang disebut sebagai "Core Black." Trim Signature yang lebih mahal akan mulai dikirimkan pada tahun 2026, sementara pelanggan harus menunggu hingga tahun 2027 untuk Origin yang lebih murah.
Versi terbaru dari prototipe tersebut, yang oleh CEO Sony Honda Mobility Yasuhide Mizuno digambarkan sebagai "hampir final," masih tampak seperti gabungan Tesla dengan Lucid Air, dengan overhang pendek dan wheelbase panjang.
Mobil ini di bagian dalam memiliki layar di seluruh lebar dasbor, 40 sensor dan kamera untuk bantuan mengemudi semi-otonom, penggerak semua roda, dan petunjuk tentang integrasi realitas tertambah dan "dunia virtual" yang tertanam dalam pengalaman berkendara.
Hasilnya, langkah pertama Sony ke sektor otomotif dirancang untuk bersaing dengan beberapa pemain teratas di bidang kendaraan listrik mewah. Bahkan Xiaomi saja sudah lebih dulu masuk ke industri otomotif.