JawaPos.com - Indonesia terus menyerukan gencatan senjata kemanusiaan untuk memungkinkan masuknya bantuan bagi para korban di daerah kantong Palestina yang terkepung.
Dilansir dari ANTARA (9/11), dalam beberapa kesempatan, Presiden Jokowi menyampaikan kecaman atas kekerasan dan serangan yang mengakibatkan jatuhnya korban sipil di Gaza.
Perjuangan yang dilakukan Indonesia untuk Palestina tidak ada hentinya. Mulai memberi bantuan sampai dengan diplomatik.
Baca Juga: Nyawa 33 Bayi di RS Al Shifa Gaza Terancam, Staf Medis: Mereka Tidur di Tempat Biasa Tanpa Inkubator
Berikut kiprah Indonesia yang konsisten membela Palestina dan usaha Indonesia untuk perdamaian Israel-Palestina.
1. Upaya Diplomatik
Indonesia melakukan upaya melalui membangun hubungan diplomatik. seperti turut hadir dalam KTT Luar Biasa OKI.
Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu pemimpin dunia yang langsung menyampaikan akan hadir begitu menerima undangan KTT.
Dalam pertemuan tersebut Indonesia menjadi salah satu negara yang mendapat mandat untuk bertindak hentikan perang di Gaza.
Baca Juga: Gaza Dilanda Hujan Deras, Permasalahan dan Kekhawatiran Baru Muncul Bagi Warga Palestina
Selain itu, menurut laporan Menlu Retno Marsudi di YouTube Sekretariat Presiden, menjelaskan jika KTT Luar Biasa OKI menghasilkan resolusi yang mengandung 31 keputusan dengan pesan - pesan yang sangat kuat dan sangat keras.
Salah satu isi pesannya yaitu pada paragraf 11 dalam resolusi tersebut merupakan pengakuan dari OKI terhadap keaktifan atau kontribusi aktif Indonesia yang terus mencoba menyelesaikan masalah Palestina, terutama kahir - akhir ini adalah situasi di Gaza.
Selain itu, mendesak dewan keamanan PBB untuk mengeluarkan resolusi, mengecam perusakan rumah sakit di Gaza oleh Israel.
Baca Juga: AS Dukung Klaim Israel Soal Markas Hamas di Rumah Sakit Gaza, Joe Biden: Kami akan Datang
Beberapa fora akan digunakan untuk menuntut pertanggungjawaban Israel antara lain melalui ICC, ICJ dan Dewan HAM.
Kemudian memberikan mandat kepada sekretariat OKI dan Liga Arab untuk membuat joint media monitoring unit yang akan mendokumentasikan semua kejahatan yang dilakukan oleh Israel.
Selain dari keputusan KTT Luar Biasa OKI, Presiden Jokowi juga menyampaikan 4 saran konkrit.
Yang pertama adalah gencatan senjata harus dapat dilakukan. Alasan Israel bahwa ini merupakan self defense tidak dapat diterima karena ini merupakan sebuah collective punishment.
Pesan kedua terkait dengan bantuan kemanusian harus dipercepat dan diperluas.
Negara - negara OKI atau OKI, harus mengusulkan mekanisme bantuan yang lebih predictable dan sustainable.
Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mengirim bantuan. Dan untuk selanjutnya akan dapat menambahkan lagi bantuan - bantuan berikutnya.
Selain itu, Presiden juga memberikan contoh kekejaman kemanusiaan yang dilakukan Israel yaitu menjadikan rumah sakit sebagai target termasuk Rumah Sakit Indonesia.
Maka dari itu, Presiden mendesak semua pihak menghormati Hukum Humaniter Internasional.
Baca Juga: Jokowi Tekankan ke AS Pentingnya Gencatan Senjata di Gaza
Pesan ketiga dari Presiden Jokowi adalah OKI harus menggunakan semua lini untuk menuntut pertanggungjawaban Israel terhadap kekejaman kemanusiaan yang telah dilakukan.
Misalnya diberikannya akses kepada independent International Commission of Inquiry on the occupied palestinian territory yang dibentuk dewan HAM PBB untuk dapat melaksanakan mandatnya.
Serta terus mendorong advisory opinion di Mahkamah Internasional.
Pesan keempat adalah OKI harus mendesak agar perundingan damai segera dimulai demi terwujudnya two state solution.
Presiden menolak pemikiran one state solution karena dapat dipastikan bahwa Palestina akan dikorbankan.
Selain itu, Presiden mengatakan bahwa Indonesia siap untuk berkontribusi dalam proses perdamaian Palestina.
Baca Juga: FAO Sebut Seluruh Penduduk Gaza Mengalami Kerawanan Pangan
2. Indonesia tegaskan posisi menentang kekejaman Israel
Presiden Joko Widodo menyatakan tindakan keji terhadap warga negara sipil di Palestina di West Bank adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai - nilai kemanusiaan.
Dilansir dari ANTARA (12/11), "Indonesia berkomitmen mendukung Palestina secara optimal dan konkret. Kekerasan harus segera dihentikan. Pemindahan paksa warga sipil harus diakhiri dan aturan kemanusiaan harus segera diberikan," kata Presiden Jokowi dalam pernyataannya melalui Sekretariat Presiden.
Presiden Jokowi mengaku sedih dengan kondisi kemanusiaan di Gaza yang makin memburuk akibat kekejaman Israel serta intimidasi yang terus terjadi terhadap warga sipil Palestina di West Bank.
Baca Juga: Israel Serang Markas Besar Komite Qatar di Gaza, Arab Saudi Naik Darah
"Tindakan keji ini adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan nilai - nilai kemanusiaan," jelas Presiden Jokowi.
Selain itu, Presiden Jokowi juga menegaskan bahwa Indonesia mengecam keras kekejaman Israel terhadap Palestina.
3. Indonesia mendesak DK PBB
Indonesia mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk segera bertindak guna menghentikan eskalasi konflik Israel-Palestina di Gaza dan mengatasi krisis kemanusiaan yang terjadi.
Baca Juga: Israel Kepung Fasilitas Medis di Gaza, Biden : Rumah Sakit Harus Terlindungi
Dilansir dari laman resmi Kementerian Luar Negeri, Setiap detik yang terbuang tanpa adanya aksi nyata dari DK berdampak mengerikan bagi warga Palestina di Gaza. Indonesia mengutuk keras berlanjutnya agresi Israel terhadap warga sipil di Gaza.
“Saya ingin mengingatkan bahwa DK memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga perdamaian dan keamanan, tidak membiarkan perang berkepanjangan atau membantu salah satu pihak melanjutkan perang,” kata Menlu RI, Retno Marsudi, dalam High-Level Open Debate DK PBB mengenai situasi di Timur Tengah yang diselenggarakan di New York, 24 Oktober 2023.
Menlu juga mengatakan, DK tidak boleh tinggal diam menyaksikan bencana dan kejahatan kemanusiaan yang sedang terjadi di Palestina.
Serangan terhadap rumah sakit dan tempat ibadah, blokade listrik, air, bahan bakar, dan pengusiran warga Gaza dilakukan oleh Israel atas nama hukuman kolektif. Di saat yang sama, warga sipil disandera dan menghadapi ancaman nyawa.
“Saya ingin bertanya bagaimana DK akan melakukan tanggung jawabnya? Kapan DK akan menghentikan perang di Gaza, mewujudkan gencatan senjata, membuka akses terhadap bantuan kemanusiaan, menyerukan pembebasan warga sipil, dan menghentikan pendudukan ilegal oleh Israel?” cecar Menlu.
Retno Marsudi menambahkan, jika setiap detik yang terbuang karena perbedaan politik dan kegagalan mencapai konsensus merupakan kekalahan bagi kemanusiaan dan memperparah instabilitas.
“Berapa banyak lagi nyawa harus dikorbankan sebelum DK mengambil langkah?” tanya Menlu.
Retno menegaskan, Indonesia tidak membuang-buang waktu dalam memobilisasi dukungan internasional untuk dilakukannya tindakan segera. Melalui OKI, ASEAN, dan pertemuan ASEAN-GCC, D8, Indonesia menyerukan kesatuan suara untuk mendesak dihentikannya kekerasan dan fokus pada isu bencana kemanusiaan.
Untuk kedepannya, Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan untuk Palestina dan perdamaian konflik Israel Palestina.
Seperti yang diserukan Bung Karno dengan tegas menyatakan, selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina maka sepanjang itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajah Israel. Pernyataan ini dikeluarkan Bung Karno pada 1962