
Jemmy Yunianto, paman Reno Syahputra Dewo, menghormati hasil DNA dan Tak mengambkl jalur hukum. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Suasana duka menyelimuti rumah duka Reno Syahputra Dewo di kawasan Kampung Malang, Surabaya, Sabtu (8/11). Ia sebelumnya dilaporkan hilang usai aksi demonstrasi di Jakarta pada akhir Agustus 2025.
Paman Reno, Jemmy Yunianto, 44 tahun, mengatakan di mata keluarga, Reno dikenal sebagai sosok yang santun dan pendiam. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah daripada main di luar.
"Reno ini kan sama adiknya ini kan dari kecil ikut saya disini ke mana-mana. Menurut saya, Reno ini sebenarnya anaknya mageran, di ajak keluar sama temannya saja nggak mau," tutur Jemmy di rumah duka, Sabtu (8/11).
Sehari-hari, lanjut Jemmy, Reno bekerja di sebuah perusahaan di kawasan Cikarang dan tinggal di rumah kerabatnya di Jakarta Timur. Tidak banyak aktivitas luar yang dilakukan Reno, termasuk dalam pergaulannya.
Karena itu, keluarga awalnya tidak menduga Reno berada di tengah aksi demonstrasi. “Kami juga kurang tahu kenapa dia bisa ada di lokasi demo. Mungkin ada rasa penasaran karena di Surabaya jarang ada demo besar,” imbuhnya.
Bahkan pada tanggal 29 Agustus 2025, Jemmy menyebut sang ponakan sempat menghubungi ayahanda. Ia meminta transfer uang Rp 50 ribu untuk membeli makanan. Setelah itu, Reno tak bisa lagi dihubungi.
Dua hari berturut-turut, anak sulung dari dua bersaudara itu tak kunjung pulang ke kerabatnya di Jakarta Timur. Keluarga pun memutuskan untuk membuat laporan kehilangan di Polsek Jatinegara.
"Tahu hilang itu ponakan saya yang perempuan ini bilang Reno ada di sekitaran (lokasi) demo ya. Nggak tahu itu ikut (demo) atau nonton. Besoknya belil pulang sampai dua hari, akhirnya ponakan saya lapor ke Polisi," tutur Jemmy.
Dua bulan berlalu, keberadaan Reno ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Bahkan sudah dalam bentuk kerangka di Gedung ACC Kwitang. Jemmy menyebut keluarga sempat syok, namun memilih legowo dan tak ambil jalur hukum.
Jemmy mengatakan pihak keluarga tak mencium sesuatu yang janggal dari kematian sang ponakan. Keluarga Reno Syahputra juga menghormati hasil tes DNA yang dilakukan oleh institusi Polri.
"Itu nanti ya kita pikirkan. Tetapi ya sudahlah ya, ini memang istilahnya Allahu alam. Kalau untuk sampai ke selanjutnya kayanya enggak ada (keluarga tidak menempuh jalur hukum)," tegasnya.
Dari informasi yang diperoleh, jenazah Reno akan dimakamkan besok, Minggu (9/11) jam 10 pagi di Makam Putat Gede - Makam Jarak, Jalan Putat Jaya Nomor 30, Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.
"Rencana dimakamkan besok, jam 10.00 WKB di TPU Putat Gede atau TPU Jarak, karena neneknya ada di sana, di sana juga ada saudara dari ayahnya. Mohon doanya biar ponakan saya husnul khotimah. Aamiin," pungkas Jemmy. (*)
