
Penumpang KRL Rangkasbitung–Tanah Abang dievakuasi dengan cara merosot, usai kereta yang digunakan anjlok pada Rabu (22/10) siang. (Istimewa)
JawaPos.com - Sebuah insiden kembali terjadi di jalur KRL Rangkasbitung–Tanah Abang pada Rabu (22/10) siang. Sebuah kereta rel listrik (KRL) anjlok, membuat para penumpang harus dievakuasi secara darurat dari dalam gerbong.
Dalam video yang beredar, tampak petugas KAI mengevakuasi penumpang menggunakan dudukan bangku kereta. Jok bangku berwarna merah itu ditumpuk satu per satu agar penumpang bisa turun dari gerbong dengan aman.
"Ih gak mau ah merosot," ujar seorang wanita dalam video beredar.
Situasi terlihat panik, namun proses evakuasi berjalan tertib dengan arahan dari petugas di lokasi. Terlihat pula seorang wanita dengan menggendong bayi hendak menuruni kereta.
Melalui akun resmi X (Twitter), pihak KAI Commuterline menjelaskan bahwa perjalanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung PP mengalami gangguan.
"Perjalanan Commuter Line Tanah Abang–Rangkasbitung PP saat ini hanya dapat dilayani di jalur 4 Stasiun Rangkasbitung secara bergantian," tulis KAI Commuter.
Untuk mengurangi keterlambatan, KAI Commuter juga melakukan rekayasa perjalanan dengan memotong beberapa rute.
"Kami imbau pengguna untuk tetap mengutamakan keselamatan dan ikuti arahan petugas. Mohon maaf atas ketidaknyamanannya," tulis akun resmi KAI Commuterline.
Rekayasa Perjalanan KRL Rangkasbitung–Tanah Abang
Berikut rekayasa perjalanan yang dilakukan KAI Commuter pasca-anjloknya KRL:
Meski menyebabkan keterlambatan, pihak KAI Commuter memastikan seluruh penumpang telah dievakuasi dengan selamat dan perjalanan akan segera dipulihkan secara bertahap.
