Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Juli 2025, 06.01 WIB

Kisah Inspiratif Capaska 2025: Dari Pelosok Desa Menuju Istana Negara

Firji Berg asal Sulawesi Utara (kiri) dan Thifaal Maahirah Atika dari Kepulauan Riau (kanan) terpilih sebagai Capaska Tingkat Pusat Tahun 2025. (Istimewa) - Image

Firji Berg asal Sulawesi Utara (kiri) dan Thifaal Maahirah Atika dari Kepulauan Riau (kanan) terpilih sebagai Capaska Tingkat Pusat Tahun 2025. (Istimewa)

JawaPos.com – Pengumuman 76 Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Tingkat Pusat Tahun 2025 yang berlangsung pada 2 Juli lalu bukan sekadar seleksi formal. Di balik nama-nama yang lolos, tersimpan kisah haru, kebanggaan daerah, dan semangat mengabdi kepada negeri.

Tahun ini, seleksi Capaska dilakukan secara ketat dan transparan, dimulai dari tingkat kabupaten/kota, provinsi, hingga akhirnya mengerucut ke 76 putra-putri terbaik bangsa yang akan mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Merdeka. Mereka adalah anak-anak muda dengan semangat membara dan integritas tinggi.

Firji Berg, Anak Dusun dari Sulut yang Ukir Sejarah

Salah satu sosok yang mencuri perhatian adalah Firji Berg, remaja tangguh asal Sulawesi Utara. Ia bukan hanya lolos sebagai Capaska nasional, tapi juga mencatatkan sejarah sebagai putra pertama dari Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) yang menembus seleksi hingga ke tingkat pusat.

"Waktu pengumuman sempat diundur, tapi keluarga dan tetangga tetap menunggu dengan penuh semangat di rumah Pak Sangadi (ayah angkat saya). Rumah sudah ramai sekali, sampai saya merasa takut... bagaimana kalau saya tidak lolos?" ungkap Firji mengenang momen mendebarkan itu.

Namun saat namanya disebut sebagai perwakilan Sulawesi Utara, suasana berubah jadi tangis bahagia dan pelukan haru dari keluarga dan warga sekampung.

"Saat diumumkan, semua menangis. Saya adalah anak Boltim pertama yang pernah lolos ke tingkat nasional," tambahnya.

Firji pun menyimpan ambisi mulia. Ia ingin berada di barisan utama pengibar bendera, berdiri kokoh sebagai simbol kehormatan bangsa.

"Harapan saya, semoga bisa menjadi tiga tiang, entah pengibar atau penggerek. Itu harapan terbesar saya, Kak," katanya.

Thifaal, Capaska dari Kepri yang Dapat Hadiah Ultah Tak Terlupakan

Berbeda lagi dengan kisah Thifaal Maahirah Atika dari Kepulauan Riau. Baginya, lolos sebagai Capaska pusat adalah hadiah ulang tahun terbaik seumur hidup.

"Saya sangat terharu dan bangga. Pengumuman kemarin bertepatan dengan hari ulang tahun saya. Rasanya seperti mendapat kado terbaik di tahun ini. Ini pencapaian yang sangat membanggakan," tutur Thifaal.

Dua kisah ini hanya sebagian kecil dari deretan cerita inspiratif Capaska 2025. Di antara mereka ada yang datang dari pelosok desa, ada yang ditempa tantangan berat, namun semuanya menyimpan harapan yang sama yakni mengabdi dan membanggakan Indonesia.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore