Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Januari 2025, 22.57 WIB

Di Tanwir Aisyiyah 2025, Kapolri Sigit Tegaskan Komitmen Mendukung Kesetaraan Gender dan Peran Polwan di Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di acara Tanwir I Aisyiyah. (Mabes Polri) - Image

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di acara Tanwir I Aisyiyah. (Mabes Polri)

JawaPos.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir dalam acara Tanwir I Aisyiyah yang digelar pada Rabu, (15/1), di Hotel Tavia Heritage, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir dan Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah. Dalam kesempatan ini, Kapolri menekankan komitmennya untuk mendukung kesetaraan gender dan perlindungan terhadap perempuan.

Pada acara tersebut, Kapolri menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Perlindungan Perempuan dan Anak bersama Ketua Umum PP Aisyiyah. Kapolri menyatakan rasa terhormatnya bisa hadir dalam acara tersebut.

“Suatu penghormatan bagi kami diberikan kesempatan untuk berbicara sekaligus tadi kita membuat MoU,” ungkap Kapolri.

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa kesetaraan gender adalah isu penting yang harus diperjuangkan bersama.

“Tentunya kalau bicara masyarakat yang berkeadilan tidak lepas dari kita bicara tentang kesetaraan baik dalam hak, kesetaraan dalam kesempatan dan kesetaraan bagi kaum wanita khususnya,” ujar Kapolri. Dia menekankan bahwa isu kesetaraan gender terus digelorakan di Indonesia dan dunia, serta harus menjadi perhatian bersama.

Kapolri juga mengungkapkan bahwa perjuangan mengenai kesetaraan gender telah dilakukan sejak lama, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia. Ia menyebutkan beberapa tokoh perjuangan perempuan seperti RA Kartini, Nyai Ahmad Dahlan, serta tokoh-tokoh perempuan lainnya yang telah memberikan kontribusi besar bagi kesetaraan gender.

Aisyiyah masuk di dalamnya karena pada tahun 1917, Aisyiyah berdiri untuk memperjuangkan eksistensi perempuan dalam bidang politik, pendidikan, ekonomi, dan sosial,” jelas Kapolri.

Di hadapan para peserta, Kapolri juga menjelaskan langkah-langkah nyata yang diambil oleh Polri untuk mendukung kesetaraan gender, termasuk memberikan ruang yang lebih besar bagi Polwan (Polisi Wanita). Kapolri menyebutkan bahwa pihaknya telah menerbitkan Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengarusutamaan Gender di Lingkungan Polri.

“Kami memberikan ruang seluas-luasnya untuk wanita ataupun Polwan berkarier baik di bidang operasional maupun staf,” tegasnya.

Saat ini, Polri telah memiliki beberapa Polwan yang menjabat dengan pangkat Brigjen, bahkan pernah ada Polwan yang menjabat sebagai Kapolda. Kapolri berharap lebih banyak Polwan yang dapat berkarier di tingkat tertinggi di Polri, termasuk menjadi Kapolri.

“Harapan kita ke depan, Indonesia bisa memiliki Kapolri wanita. Jadi, kami terus dorong Polwan untuk mempersiapkan diri,” kata Kapolri.

Selain itu, Kapolri juga membahas mengenai pembentukan Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (PPA-PPO), yang baru-baru ini disahkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 20 Tahun 2024.

“Kami mencoba untuk mengoptimalkan dan mengembangkan direktorat khusus ini agar penanganan isu perempuan dan anak bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Dengan adanya pembentukan direktorat baru ini, Kapolri berharap penanganan kasus-kasus yang melibatkan perempuan dan anak dapat dilakukan dengan lebih baik dan sensitif terhadap kebutuhan mereka.

“Penanganan khusus terkait perempuan dan anak ini tidak bisa sembarangan, harus dilakukan oleh perempuan yang lebih memahami persoalan tersebut,” tambah Kapolri.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore