Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2025, 18.36 WIB

APBN 2024 Defisit Rp 507,8 Triliun, Menkeu Sri Mulyani: Ditutup dengan Kinerja yang Jauh Lebih Baik

Suasana konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1). (Dinda Juwita/Jawa Pos) - Image

Suasana konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1). (Dinda Juwita/Jawa Pos)

JawaPos.com – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sepanjang tahun 2024 diklaim masih tetap terjaga.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, sepanjang tahun 2024, realisasi sementara menunjukkan defisit APBN tercatat Rp 507,8 triliun.

Ani -sapaan akrab Sri Mulyani- memerinci, defisit itu berasal dari nilai belanja negara sebesar Rp 3.350,3 triliun. Angka itu lebih besar dibanding pendapatan negara yang mencapai Rp 2.842,5 triliun.

Dengan realisasi yang ada saat ini, Menkeu menyebut kinerja APBN 2024 secara umum tetap terkendali. “APBN 2024 itu kita bisa tutup dengan jauh lebih baik dari yang kita prediksikan di pertengahan tahun,” ujarnya pada konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Senin (6/1).

Ani menjelaskan, pada outlook (lapsem), pendapatan negara didesain mencapai Rp 2.802,5 triliun dan belanja negara mencapai Rp 3.412,2 triliun.

Realisasi defisit APBN yang mencapai Rp 507,8 triliun (2,29 persen PDB) itu disebut Menkeu sebagai capaian yang impresif.

Sebab, defisit itu bukan hanya lebih rendah daripada lapsem mencapai Rp 609,7 triliun, tapi juga lebih rendah dibanding desain defisit APBN awal yang mencapai Rp 522,8 triliun.

“Defisit Rp 507,8 triliun ini sangat impresif. karena tidak hanya lebih rendah dari lapsem yang waktu itu kita prediksi memburuk ke Rp 609,7 triliun. Namun juga bahkan lebih rendah dari APBN awal yang Rp 522,8 triliun,” jelas Bendahara Negara.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore