JawaPos.com – Film horor identik dengan setan, hantu, dan monster. Namun, tema-tema ini sering kali mirip. Plot twist-nya pun kadang sudah diketahui penontonnya.
Film horor seperti ini biasanya menjual jumpscare atau elemen kejutan kepada penonton. Semakin mencekam, semakin penonton menolak memalingkan wajah dari layar dan tegang.
Namun, sebenarnya, film horor tidak sebatas pada penampakan hantu, setan, atau monster. Ada banyak film horor tanpa penampakan yang tidak kalah mencekam.
Film horor tanpa demit atau memedi ini biasanya menambahkan unsur psikologi dan thriller di dalamnya. Sebagian besar penjahatnya adalah orang dengan gangguan jiwa atau punya niat yang keji.
Ketegangannya memang punya bobot berbeda dari film horor tradisional. Film horor tanpa memedi ini juga akan mengajak penontonnya untuk memecahkan misteri siapa dalang semua peristiwa di ceritanya.
Apa saja film horor seru tanpa penampakan hantu atau monster? Mengutip Screen Rant, simak rekomendasinya berikut!
1. Psycho
Dirilis pada 1960, Psycho masih menjadi film horor legendaris dan tidak terlupakan. Film itu berkisah tentang seorang wanita yang menginap di sebuah motel dan bertemu pemiliknya yang aneh, Norman Bates.
Ceritanya pun bergulir tanpa diduga yang membantu mengokohkannya sebagai film horor klasik.
Cerita nyata yang menginspirasi Psycho diubah secara signifikan. Tapi, filmnya masih mencekam dan menakutkan karena betapa membuminya realitas yang dibuat Alfred Hitchcock di dalamnya.
Dari adegan mandi yang terkenal sampai terungkapnya akhir cerita, Psycho adalah film yang mengejutkan sampai saat ini.
2. The Menu
The Menu dirilis pada 2022. Film horor komedi ini berpusat pada komunitas makanan. Margot Mills, seorang PSK yang disewa untuk mendampingi seorang pencicip makanan kaya, Tyler, ikut serta dalam acara makan-makan di sebuah pulau pribadi yang dioperasikan chef terkenal, Julian Slowik.
Tapi, Margot akhirnya tahu kalau acara itu adalah jamuan makan malam di mana semuanya disajikan di atas meja, termasuk para tamunya.
Film ini adalah cerita moralitas di mana rencana Chef Julian adalah tidak makan si kaya, tapi juga membuat si kaya memakan diri mereka sendiri.
Film ini punya komedi gelap dengan Julian tahu kalau Margot bukan salah satu dari mereka dan menawarkannya peluang untuk kabur.
Horor yang terjadi di film ini mengungkapkan satir sosial tentang kedalaman yang akan dijalani orang untuk mendapatkan apa yang mereka percayai layak mereka dapatkan.
3. Hush
Hush akan membuat orang yang menontonnya trauma dan memperhatikan keamanan diri mereka sendiri.
Film ini berkisah tentang seorang wanita tuli bernama Maddie yang pindah ke sebuah rumah di tengah hutan.
Saat sendirian di suatu malam, dia menemukan dirinya dikuntit seorang pria bertopeng yang memainkan permainan pikiran maut dengannya.
Film tentang orang tidak diundang sudah menjadi subgenre populer di horor selama bertahun-tahun. Hush memberikan elemen suspense dengan kerapuhan yang diderita Maddie.
Tapi, meski Hush intensif dan mencekam, bagian menegangkannya adalah melihat kecerdasan dan keberanian Maddie untuk melawan, dengan membuat keputusan cerdas dan bisa dipahami di dunia nyata.
4. The Invisible Man
Karakter The Invisible Man selalu menjadi bagian dari semesta film Universal Monster tapi lebih cenderung terasa sci-fi ketimbang supranatural.
Film remake yang dirilis pada 2020 itu bahkan lebih bernuansa sci-fi yang mengisahkan tentang seorang wanita yang berhasil kabur dari hubungan toxic.
Alih-alih hidup damai, dia malah mencurigai kalau sang mantan menguntitnya dengan teknologi yang membuatnya terlihat tak kasat mata.
Meskipun teknologinya butuh imajinasi lebih, ini adalah cara menarik untuk membuat ulang sebuah film klasik dengan latar modern. Film ini mencekam dan memberikan pengalaman menegangkan.
Setiap ruang kosong di layar terasa punya ancaman tak terlihat yang mengintai dan menunggu untuk menyerang.
5. The Invitation
The Invitation akan membuat penontonnya tidak nyaman. Film ini berkisah tentang seorang pria yang sedang berduka dan pergi ke jamuan makan malam dengan banyak orang yang tidak terlalu dikenalnya. Percakapan intensif terjadi akhirnya mengungkap kalau ada tujuan jahat di malam itu.
Film horor underrated ini punya pendekatan lambat dalam membangun klimaksnya yang eksplosif dan menarik.
Sebagian besar film ini didominasi obrolan yang dimulai sebagai perkenalan dan basa basi. Ide tentang keinginan kabur dari jamuan makan malam yang buruk dengan baik dieksekusi di film horor ini.
6. Don't Breathe
Don’t Breathe menyajikan tontonan mencekam dengan gaya tersendiri. Film ini berkisah tentang tiga orang penjahat yang menarget seorang veteran buta yang menyimpan uang sebanyak USD 300 ribu di rumahnya.
Tapi, ternyata, pria tua itu terbukti mengerikan. Dia mengunci mereka di dalam rumahnya dan memburu mereka.
Ketiga maling itu akhirnya menemukan kalau pria itu punya lebih banyak rahasia di dalam rumahnya ketimbang sekadar uang.
Film ini punya twist mengejutkan di subgenre maling dengan para penonton segera bersimpati kepada para malingnya karena calon korbannya ternyata adalah penjahat.
Penggunaan diam dan tensi membuat penjahatnya lebih mengerikan dan tidak bisa disukai sebagai manusia.
7. The Cell
The Cell punya banyak gambaran buruk dan mengerikan untuk mengecoh penontonnya agar mengira kalau mereka menonton tiruan Nightmare on Elm Street.
Padahal, bukan. The Cell berkisah tentang seorang psikolog anak yang menyelami pikiran seorang pembunuh berantai untuk tahu lokasi korban terakhirnya.
Tapi, dia terancam bahaya ketika pembunuh itu mulai mengambil alih pikirannya dengan si psikolog masih terjebak di dalamnya.
Film ini seperti versi horor Inception. Sementara latarnya membumi, memasuki mimpi seorang pembunuh sadis membawa penonton ke realitas pembengkok pikiran yang menampilkan visual berani dan provokatif yang membuat film ini layak ditonton. Pembunuhnya juga merupakan pribadi yang sangat kompleks.
8. X
X adalah film horor yang menggunakan premis sederhana. Film ini berkisah tentang seorang penjahat dan pembunuhan yang punya efek besar.
Film ini berlatar 1970-an tentang sekelompok pembuat film yang menyewa sebuah lumbung untuk syuting film porno. Tapi, mereka malah menjadi target sepasang manula yang tinggal di properti itu.
Sementara usia pembunuhnya unik, film ini terasa seperti film slasher dengan karakternya dibunuh dengan cara yang brutal lewat sarana praktis.
Film ini adalah tontonan horor yang jarang diketahui orang. Selain itu, film itu juga membangun franchise dengan punya prekuel, Pearl, dan sekuel, MaXXXine.
9. Midsommar
Sejumlah film menggunakan teror yang berasal dari orang yang mempercayai kekuasaan tinggi, tanpa melibatkan elemen gaib atau paranormal.
Midsommar terjadi di sebuah festival di Swedia di mana sekelompok turis asal Amerika mengikuti sebuah acara tahunan yang berubah menjadi tragedi. Film ini dianggap disturbing dengan adegan gore yang parah.
Latar cerah dan berwarna film ini kontras dengan ceritanya yang mencekam. Film ini juga mengangkat cerita tentang duka dan hubungan toxic.
Sementara praktik sekte jelas dibangun untuk cerita horor, ada sesuatu yang mendasar dan mengganggu tentang orang-orang yang merayakan kekacauan itu.
10. Saw
Baca Juga: Telor Ayam, Telur Bebek, atau Telur Puyuh, Mana yang Lebih Baik Untuk Asupan Bayi Saat MPASI?
Waralaba Saw telah tumbuh menjadi serial horor yang awet sampai sekarang. Film seri ini berfokus pada seorang pembunuh berantai yang punya justice complex yang membawa korbannya melalui berbagai macam jebakan yang harus mereka selesaikan kalau ingin selamat.
Di film pertama, dua orang pria terbangun di rubanah dan ditantang pembunuh berantai yang dikenal sebagai Jigsaw untuk memainkan permainan hidup dan mati.
Jebakan itu memberikan banyak teror dengan orang-orang yang terjebak di dalamnya harus mengalami rasa sakit luar biasa dan diberikan kesempatan untuk membuat keputusan yang menentukan nasib mereka. Film pertamanya tidak semengerikan seri-seri selanjutnya, tapi sudah cukup mengokohkan Saw sebagai film horor yang mengerikan. Sejauh ini, Saw telah punya 10 film seri.