
Ban retak-retak.
JawaPos.com - Dinding ban motor retak sering dianggap sepele, padahal kondisi ini bisa membahayakan keselamatan berkendara. Retakan pada bagian samping ban (sidewall) dapat memicu kebocoran hingga pecah ban secara tiba-tiba, terutama saat melaju dalam kecepatan tinggi.
Masalah ini bisa terjadi pada berbagai jenis motor, baik skutik, sport, maupun bebek. Lalu, apa saja penyebab dinding ban motor retak?
1. Usia Ban Sudah Tua
Salah satu penyebab utama adalah usia ban yang sudah melewati masa pakai. Umumnya, ban motor memiliki umur ideal sekitar 3–5 tahun, tergantung pemakaian dan kondisi penyimpanan. Seiring waktu, karet akan mengeras dan kehilangan elastisitas, sehingga mudah retak.
2. Tekanan Angin Tidak Sesuai
Tekanan angin yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa mempercepat kerusakan dinding ban. Ban kurang angin membuat sidewall bekerja lebih keras, sedangkan tekanan berlebih membuat struktur ban tegang dan rentan retak.
3. Terpapar Panas dan Sinar Matahari
Paparan sinar UV dan suhu panas dalam waktu lama dapat merusak struktur karet ban. Motor yang sering diparkir di luar tanpa pelindung lebih berisiko mengalami retak halus pada dinding ban.
4. Kualitas Ban dan Bahan Karet
Tidak semua ban memiliki kualitas yang sama. Ban dengan material karet yang kurang baik atau sudah lama disimpan sebelum digunakan cenderung lebih cepat mengalami keretakan.
5. Beban Berlebih
Mengangkut beban melebihi kapasitas juga bisa memicu kerusakan pada dinding ban. Tekanan ekstra membuat ban bekerja lebih berat dan mempercepat munculnya retakan.
6. Jarang Digunakan
Menariknya, motor yang jarang dipakai juga berisiko mengalami retak pada ban. Karet yang lama tidak bergerak bisa mengeras dan kehilangan fleksibilitas, apalagi jika disimpan di tempat yang lembap atau panas.
Cara Mencegah Dinding Ban Retak
Agar ban motor tetap awet dan aman, lakukan beberapa langkah berikut:
Dinding ban motor retak bukan hanya masalah estetika, tetapi juga menyangkut keselamatan. Jika sudah terlihat retakan cukup dalam, sebaiknya segera ganti ban untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan.
