JawaPos.com – Pada dasarnya kecemasan atau stres akibat berita itu nyata terjadi. Artinya sekadar membaca atau mendengar tentang apa yang terjadi di dunia luar dapat berdampak langsung pada kesehatan mental Anda.
Menurut Pew Research Center, 86 persen orang dewasa AS melaporkan mengonsumsi berita di perangkat digital, sementara hampir setengahnya mengakses media sosial untuk mencari berita.
Psikolog Catherine Nobile, PsyD sekaligus Direktur Nobile Psychology mengungkapkan bahwa tekanan untuk tetap mendapat informasi dapat mengakibatkan kelebihan informasi sehingga sulit untuk bersantai dan menemukan saat-saat tenang.
Studi JMIR Mental Health tahun 2022 tentang paparan berita tentang COVID-19. Dalam studi itu para peneliti mensurvei 546 mahasiswa selama delapan minggu tentang paparan berita harian mereka. Konsumsi berita yang lebih besar dikaitkan dengan tingkat kekhawatiran dan keputusasaan yang lebih tinggi dan efek ini berlanjut hingga hari berikutnya.
Intinya, terlalu banyak berita dapat memengaruhi kesehatan mental Anda. Lantas bagaimana cara mengelola kecemasan terhadap berita?
Dilansir dari laman Well And Good, Kamis (8/8), berikut beberapa cara mengelola dan mengatasi kecemasan terhadap berita diantaranya.
- Menarik napas dalam-dalam beberapa kali
Natalie Moore seorang terapis berlisensi di Los Angeles mengungkapkan bahwa berita tentang kejahatan, politik, penindasan sistemik dan bencana alam dapat memicu berbagai emosi yang tidak menyenangkan dan respons bertahan hidup sistem saraf berupa melawan, lari, membeku atau pingsan.
Penelitian menunjukkan bahwa mengambil napas dalam-dalam dan perlahan dapat membantu Anda pulih saat merasa tidak berdaya atau kewalahan. Bernapas dalam-dalam juga dapat menangkal respons “melawan” yang membuat Anda marah atau mudah tersinggung yang dipicu karena membaca komentar yang menghasut.
Salah satu latihan pernapasan khusus untuk mengatasi kecemasan adalah pernapasan kotak yaitu tarik napas selama empat hitungan, tahan napas selama empat hitungan lalu hembuskan napas selama empat hitungan lagi.
- Fokus pada indra Anda bukan pada emosi Anda
Menurut studi tahun 2019, hanya delapan minggu pelatihan meditasi kesadaran penuh dapat meningkatkan kondisi emosional Anda. Namun beberapa saat kesadaran penuh pun dapat membantu mengubah sudut pandang Anda.
Intinya dengan membangun kesadaran maka Anda tidak terlalu reaktif dan lebih siap untuk mengatur emosi Anda. Cara sederhana untuk mempraktikkan kesadaran penuh adalah dengan memegang secangkir teh panas atau secangkir air es.
Baca Juga: Efek Makan Nanas bagi Ibu Hamil, Mulai Meredakan Kecemasan hingga Keguguran
- Fokus pada apa yang bisa Anda kendalikan
Judul berita dan peringatan berita yang menarik perhatian dapat mengalihkan pikiran dan perasaan Anda sehingga sulit mengambil langkah untuk melindungi kesehatan mental Anda.
Oleh sebab itu, Anda bisa mengalihkan perhatian ke hal-hal yang berada dalam kendali Anda seperti menjadi relawan, menyumbang untuk suatu kegiatan, mempraktikkan kebaikan, mendidik diri sendiri dan menjadi pribadi yang produktif.
- Mengutamakan kualitas daripada kuantitas
Mengonsumsi berita dapat berupa perilaku aktif seperti membaca artikel atau pasif seperti mendengarkan podcast sambil melipat cucian. Penelitian menunjukkan bahwa membaca berita negatif dapat menyebabkan peningkatan tekanan psikologis dan penurunan hidup serta kesejahteraan mental.
Adapun cara lain untuk mengelola kecemasan terhadap berita adalah memilih sumber berita dengan bijak dan pilih berita yang memberikan informasi yang seimbang dan faktual.
- Beristirahat dari layar gadget
Pada dasarnya mengecek berita sepanjang hari, hal ini dapat meningkatkan stres dan kecemasan. Cara efektif mengelola kecemasan adalah memutuskan terlebih dahulu berapa lama Anda ingin menghabiskan waktu untuk membaca berita sepanjang hari dan mengalokasikan waktu sebentar untuk mengejar ketertinggalan.
- Menggerakkan tubuh
Untuk mengatasi dampak dari terlalu banyak menonton berita maka Anda bisa mencoba untuk memasukkan gerakan ke dalam rutinitas harian Anda dengan meluangkan waktu sejenak untuk meregangkan atau menggoyangkan otot-otot Anda.
Aktivitas fisik seperti peregangan atau jalan kaki sebentar dapat membantu menenangkan pikiran dan mengurangi stres.***