
Ilustrasi hierarki kebutuhan. (freepik)
JawaPos.com - Pernahkah Anda bertanya tentang alasan mengapa kita melakukan sesuatu dalam hidup? Abraham Maslow, seorang Psikolog Humanistik, menjelaskannya dalam teori hierarki kebutuhan.
Dilansir dari Simply Psychology, teori ini menyatakan bahwa tindakan manusia dimotivasi oleh kebutuhan fisiologis dan psikologis tertentu yang tersusun secara hierarki, mulai dari yang paling dasar hingga yang kompleks.
Maslow berpendapat bahwa kebutuhan manusia harus dipenuhi lebih dulu sebelum manusia dapat memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.
Semakin tinggi tingkat hierarki, semakin sulit untuk memenuhi kebutuhan yang terkait dengan tahap tersebut, karena adanya hambatan interpersonal dan lingkungan yang tak terhindarkan.
Agar tidak mudah membayangkan tingkatannya, melansir Verywell Mind, hierarki ini digambarkan sebagai piramida. Kebutuhan mendasar berada di tingkat bawah.
Semakin ke atas, maka kebutuhan biologis berkembang menjadi kebutuhan sosial dan psikologis.
Untuk itu, mari mendalami tingkatan kebutuhan dari teori Abraham Maslow lebih lanjut, dari yang paling mendasar.
Kebutuhan Fisiologis
Kebutuhan paling mendasar manusia adalah kelangsungan hidup fisik. Tubuh manusia tidak dapat berfungsi optimal jika kebutuhan fisiologis tidak terpenuhi.
Maslow menganggap kebutuhan fisik sebagai yang mendasar karena kebutuhan lain menjadi sekunder sampai kebutuhan ini terpenuhi.
Contoh dari kebutuhan fisik antaranya, makanan, tempat tinggal, pakaian, kehangatan, dan beristirahat.
Kebutuhan Keamanan dan Keselamatan
Setelah kebutuhan fisik terpenuhi, kebutuhan akan keamanan dan keselamatan menjadi prioritas.
Manusia ingin hidupnya terjamin dengan teratur dan kepastian dalam sehari-harinya.
Kebutuhan keamanan dapat dipenuhi oleh lingkungan sekitar, termasuk keluarga dan masyarakat.
