
Ilustrasi seseorang yang selalu membutuhkan bukti. (DCStudio/freepik)
JawaPos.com - Perselingkuhan selalu meninggalkan luka yang mendalam dalam sebuah hubungan.
Rasa sakit, marah, kecewa, dan kebingungan seringkali menghantui seseorang yang dikhianati dalam hubungan.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Mengapa seseorang yang telah berjanji setia justru memilih untuk mengkhianati pasangannya?
Dilansir dari Very Well Mind, terdapat empat faktor utama yang membuat seseorang melakukan tabiat selingkuh. Di antaranya, emosi negatif, masalah dalam hubungan, faktor individu, dan situasional. Untuk itu, mari membahasnya lebih mendalam.
1. Perasaan yang Tidak Terpenuhi
Melansir dari Brides, seseorang yang berselingkuh terkadang dilandasi oleh perasaan negatif yang muncul karena pasangan.
Misalnya rasa marah pada pasangan karena merasa tidak didengarkan, bahkan sebagai bentuk balas dendam atas pengkhianatan yang sama.
Ketika kebutuhan emosional tidak terpenuhi dalam sebuah hubungan, maka seseorang tersebut akan mencari validasi tersebut di luar hubungan dengan melakukan perselingkuhan.
Kasus ini terjadi umumnya dengan alasan pasangan tidak merasa diprioritaskan atau merasa usahanya tidak diakui.
2. Masalah dalam Hubungan
Komunikasi yang buruk cenderung menimbulkan masalah dalam sebuah hubungan, Di samping itu juga didorong dengan intensitas perasaan yang berubah seiring waktu, seseorang pun mencari sensasi baru di luar hubungan.
Maka dari itu, konflik yang tidak pernah dibicarakan dapat menciptakan kekecewaan dan mendorong seseorang mencari pelarian di luar.
Kelindan dengan hal tersebut, melansir dari Very Well Mind, pasangan yang tidak mampu mengomunikasikan kebutuhan dan harapan mereka dengan baik lebih berisiko mengalami perselingkuhan.
3. Faktor Tabiat Individu
Seseorang dengan harga diri rendah memiliki potensi untuk berselingkuh guna mendapatkan validasi untuk mengisi kekosongan dalam diri mereka.
