
Ilustrasi seseorang yang merasa stres. (freepik)
JawaPos.com - Pada dasarnya setiap orang pasti pernah merasa cemas.
Namun, ketika rasa cemas mulai berlebih, sulit dikendalikan, dan memengaruhi perilaku serta interaksi sosial, bisa jadi itu merupakan tanda anxiety atau gangguan kecemasan.
Untuk itu, penting mengenali ciri-ciri sikap ini agar dapat memberikan dukungan yang tepat atau mencari bantuan profesional.
Melansir dari WHO, anxiety atau gangguan kecemasan bukanlah sekadar rasa gugup atau khawatir sesekali.
Kecemasan yang terjadi merupakan kondisi ke kesehatan mental yang ditandai dengan rasa takut, khawatir, dan gejala lain yang intensitasnya tidak proporsional dengan situasi yang dihadapi.
Anxiety dapat memengaruhi cara seseorang berpikir, berperilaku, dan berinteraksi dengan orang lain.
Ciri-ciri Sikap Seseorang yang Mengalami Anxiety
Dilansir dari Cleveland Clinic, terdapat beberapa ciri-ciri yang dapat Anda ketahui tentang seseorang yang mengalami anxiety.
1. Kekhawatiran Berlebihan: Salah satu ciri utama dari anxiety adalah kekhawatiran yang konstan dan berlebih, bahkan terhadap hal kecil atau situasi sehari-hari. Seseorang yang mengalami hal ini akan terus merasa cemas karena pikirannya.
2. Suka Menghindar: Orang dengan anxiety seringkali cenderung menghindari situasi, tempat, atau orang-orang yang mereka anggap dapat memicu kecemasan mereka. Misalnya, mereka akan menghindari keramaian, pertemuan, bahkan bepergian.
3. Gelisah: Pengidap anxiety terlihat gelisah, sulit duduk diam, atau selalu merasa di ujung tanduk. Perilaku yang terlihat jelas adalah saat kecemasan datang mereka mulai menggigit kuku, mengetukkan tumit, atau memainkan rambut.
4. Sulit Berkonsentrasi: Sindrom kecemasan ini mengganggu kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi dan fokus pada tugas atau percakapan. Karena cemas berlebih, pikiran mereka menjadi sulit untuk memproses informasi.
5. Mudah Tersinggung: Orang dengan anxiety seringkali lebih mudah tersinggung karena tingkat stres dan ketegangan yang tinggi.
6. Reaksi Berlebihan: Mereka mungkin saja bereaksi berlebihan terhadap situasi stres atau tekanan, bahkan untuk hal-hal yang bagi orang lain mungkin terasa biasa saja.
7. Perubahan Pola Tidur: Gangguan tidur sering terjadi pada pengidap sindrom ini, seperti insomnia, sering terbangun di malam hari karena tidur tidak nyenyak.
