Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Januari 2025, 05.18 WIB

Punya Anak yang Manja dan Bingung Menghadapinya? Begini Cara Mengatasinya Menurut Psikologi

Ilustrasi dua anak bermain. (freepik) - Image

Ilustrasi dua anak bermain. (freepik)

JawaPos.com - Terkadang ketika orang tua sibuk bekerja, mereka tidak sempat untuk berinteraksi dengan anaknya karena sudah terlalu lelah. Padahal interaksi orang tua dan anak merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter anak.

Salah satu tantangan yang sering dihadapi orang tua adalah perilaku anak yang dianggap manja.

Tak cuma merengek atau senang menuntut sesuatu, perilaku ini menyimpan pesan dan kebutuhan yang perlu dipahami dengan bijak.

Lantas, apa sebenarnya yang melatarbelakangi munculnya perilaku yang sering disebut manja pada anak?

Mengapa Anak Menunjukkan Perilaku Manja?

Dilansir dari Hello Sehat, perilaku manja seringkali didasari kebutuhan psikologis dan perkembangan yang mendalam. Berikut beberapa faktor yang berperan antara lain:

Kebutuhan Perhatian dan Afeksi

Masa kanak-kanak adalah masa di mana anak sangat membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua dan pengasuh.

Perilaku yang dianggap manja bisa jadi merupakan cara untuk mendapatkan perhatian tersebut, terutama jika ia merasa kurang diperhatikan.

Tahap Perkembangan

Pada tahap perkembangan, anak-anak masih belajar mengelola emosi dan keinginannya.

Mereka mungkin belum memiliki kemampuan untuk mengomunikasikan kebutuhannya dengan tepat, sehingga merengek atau menangis menjadi cara mereka untuk mengungkapkan perasaan.

Pola Asuh

Pola asuh yang terlalu permisif atau serba membolehkan atau inkonsisten dapat memicu munculnya perilaku yang dianggap manja.

Anak belajar bahwa dengan merengek atau menangis, ia bisa mendapatkan apa yang diinginkannya.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore