
Ilustrasi seseorang yang memiliki kepribadian perfeksionis kerap tak mau ada kegagalan dalam hidupnya.
JawaPos.com – Pengampunan. kita sering membicarakannya dalam konteks memaafkan orang lain, tetapi bagaimana dengan memaafkan diri kita sendiri? Ini adalah medan yang sulit, sarat dengan rasa bersalah, penyesalan, dan terkadang membenci diri sendiri.
Psikologi memberi tahu kita bahwa memaafkan diri sendiri tidak hanya bersifat terapeutik tetapi juga penting untuk kesehatan mental. Namun, beberapa dari kita merasa sangat sulit untuk melepaskan kesalahan kita sendiri.
Pernah bertanya-tanya mengapa demikian? Atau mungkin Anda mengenali sifat ini dalam diri Anda? Dalam artikel ini, saya akan menyoroti 5 ciri umum di antara orang-orang yang berjuang dengan memaafkan diri sendiri, menurut psikologi. Dengan memahami sifat-sifat ini, kita dapat memulai perjalanan menuju welas asih diri dan pada akhirnya, memaafkan diri sendiri. Berikut 5 ciri-cirinya, dikutip dari geediting pada Kamis (9/1):
1) Anda terlalu kritis terhadap kesalahan diri sendiri
Dalam dunia pengampunan diri, kritik batin kita memainkan peran penting. Begini masalahnya. Orang-orang yang berjuang dengan memaafkan diri sendiri sering kali memiliki suara yang terlalu kritis di kepala mereka. Suara ini dengan cepat memperbesar setiap kesalahan kecil dan mengubahnya menjadi kegagalan pribadi yang sangat besar.
Mereka menyalahkan diri sendiri atas setiap kesalahan langkah, mengulang skenario berulang-ulang dalam pikiran mereka. Ini seperti catatan kesalahan diri, rasa bersalah, dan penyesalan yang rusak. Namun, penting untuk dipahami bahwa kesalahan adalah bagian dari menjadi manusia.
Kita semua membuatnya. Mereka adalah peluang untuk belajar dan berkembang. Namun, bagi orang-orang ini, setiap kesalahan terasa seperti dakwaan pribadi-pukulan telak bagi harga diri mereka. Jika Anda terjebak dalam siklus kritik diri dan rasa bersalah ini, itu adalah indikasi yang jelas bahwa Anda kesulitan memaafkan diri sendiri. Ingat, tidak ada yang namanya kesempurnaan. Dan satu kesalahan langkah tidak menentukan nilai atau karakter Anda.
2) Anda memiliki tingkat perfeksionisme yang tinggi
Pernah mendengar istilah 'perfeksionisme'? Ini adalah konsep psikologis yang mengacu pada penetapan standar yang terlalu tinggi untuk diri sendiri. Dan itu memainkan peran utama dalam memaafkan diri sendiri, atau lebih tepatnya, kekurangannya. Lihat, perfeksionis tidak pernah puas dengan 'cukup baik'.
Mereka selalu berjuang untuk yang terbaik, seringkali dengan mengorbankan kesehatan mental mereka. Masalah muncul ketika mereka gagal memenuhi standar yang tidak realistis ini. Saat itulah rasa bersalah dan menyalahkan diri sendiri muncul. Mereka mencaci-maki diri mereka sendiri karena tidak 'sempurna', bahkan jika ekspektasi itu tidak dapat dicapai sejak awal.
Terdengar akrab? Perfeksionisme bisa menjadi pedang bermata dua. Meskipun dapat mendorong orang untuk mencapai hal-hal besar, hal itu juga dapat menyebabkan kritik diri dan kesulitan dalam memaafkan diri sendiri ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana. Bergulat dengan sifat ini? Itu pertanda lain bahwa Anda mungkin kesulitan memaafkan diri sendiri.
3) Anda berjuang dengan belas kasihan diri sendiri
Sekarang, Anda mungkin berpikir bahwa menjadi perfeksionis berarti Anda hanya keras pada diri sendiri, bukan? Tapi di sinilah hal itu menjadi sedikit kontra-intuitif. Orang-orang yang kesulitan memaafkan diri sendiri sering bergumul dengan welas asih. Mereka merasa sulit untuk bersikap baik dan pengertian terhadap diri mereka sendiri ketika mereka goyah atau gagal. Kurangnya welas asih ini terkait erat dengan perfeksionisme.
Ketika mereka tidak memenuhi standar setinggi langit yang mereka tetapkan untuk diri mereka sendiri, alih-alih memahami dan memaafkan kekurangan mereka, mereka terjun ke dalam kumpulan kritik diri dan rasa bersalah. Psikologi memberi tahu kita bahwa welas asih adalah elemen penting dalam kesehatan mental. Ini tentang mengakui bahwa Anda adalah manusia dan tidak apa-apa untuk membuat kesalahan, untuk tidak menjadi 'sempurna'. Namun, bagi sebagian orang, menunjukkan kebaikan pada diri sendiri terasa asing. Jika ini beresonansi dengan Anda, itu adalah indikasi lain bahwa Anda mungkin berjuang untuk memaafkan diri sendiri.
