Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Januari 2025, 22.08 WIB

Donor Darah Berpotensi Menyebabkan Anemia, Apakah Benar Atau Sekadar Mitos?

Ilustrasi donor darah. - Image

Ilustrasi donor darah.

JawaPos.com - Kegiatan donor darah bukan hanya bertujun untuk membantu sesama, tetapi juga menyehatkan tubuh. Meskipun begitu, apakah tidak ada risiko penyakit yang ditimbulkan setelah mendonorkan darah?

Mungkin Anda pernah berpikir bahwa menyumbangkan darah akan membuat darah Anda berkurang, sehingga berpotensi mengalami anemia.

Adapun anemia sendiri merupakan kondisi dimana kadar hemoglobin turun ke bawah batas normal. Alhasil, seseorang dengan anemia akan merasa sejumlah gejala seperti letih, pucat, pusing dan lain-lain.

Lalu, kembali lagi pada pertanyaan seputar kaitan donor darah dan risiko anemia, benarkah kegiatan mulia ini bisa menyebabkan penyakit tersebut?

Mitos atau Fakta Donor Darah Sebabkan Anemia

Mengutip dari Healthline, anggapan bahwa donor darah bisa menyebabkan anemia bukanlah mitos melainkan fakta. Umumnya jenis yang timbul merupakan anemia defisiensi besi.

Setidaknya 35% dari lima juta orang Amerika yang setiap tahun mendonorkan darah mengalami kondisi tersebut.

Anemia defisiensi besi sendiri secara sederhana diartikan sebagai kehilangan darah atau kekurangan zat besi. Hal ini tentu terjadi ketika donor darah berlangsung.

Seperti diketahui, zat besi berfungsi dalam menjaga hemoglobin. Adapun hemoglobin ini merupakan protein dalam sel darah, yang memiliki peran membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Ketika hemoglobin rendah, disinilah seseorang dapat mengidap anemia. Oleh karena itulah penting untuk memastikan kadar hemoglobin tidak dibawah batas normal apabila hendak melakukan donor darah.

Tidak Diperbolehkan Donor Darah Saat Anemia

Sebelum melakukan donor darah, seorang profesional kesehatan tentu akan mengecek terlebih dahulu kadar hemoglobin. Apabila menunjukan angka kurang dari ketentuan, maka seseorang tidak bisa mendonorkan darah.

Adapun Healthline menyebutkan ada perbedaan kadar minimum hemoglobin antara perempuan dan laki-laki. Jika laki-laki ada pada angka 13,0 g/dL , di sisi lain perempuan 12,5 g/dL.

Setidaknya, peserta donor darah harus menunggu 30 hari sebelum akhirnya diizinkan melakukan kegiatan tersebut, apabila tidak lulus cek hemoglobin.

Cara Mengobati Anemia Akibat Donor Darah

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore