
Ilustrasi orang yang selalu mempertanyakan pilihan hidupnya sendiri.
JawaPos.com - Hidup adalah pilihan, dan semua yang kita pilih ada konsekuensinya masing-masing. Tapi kita semua sering mempertanyakan hal itu karena penuh keraguan dan tidak yakin pada diri sendiri.
Entah itu soal karier, hubungan, ataupun pendidikan, mereka selalu merenung dan bertanya-tanya mengenai kebenaran pilihan hidup ini. Padahal dengan perilaku seperti itu tidak akan mengubah keadaan yang sudah terjadi.
Melansir dari laman Blog Herald pada (07/01) orang yang selalu mempertanyakan pilihan hidupnya sendiri, cenderung memiliki 8 perilaku ini:
1. Berpikir berlebihan atau overthinking
Terlalu banyak berpikir bisa seperti sebuah lingkaran, memainkan skenario atau keputusan yang sama berulang-ulang di kepala. Ini bukan sekedar menebak-nebak atau refleksi diri yang sehat, tapi sering menimbulkan kecemasan.
Psikologi menunjukkan bahwa perilaku ini berasal dari ketakutan membuat pilihan yang salah, yang mengarah pada ketidakmampuan untuk membuat pilihan apapun. Pertanyaan terus-menerus ini dapat membuat kamu terjebak, tidak dapat bergerak maju karena takut dengan hasil yang belum terjadi.
2. Menghindari pengambilan keputusan
Menariknya, mereka yang sering mempertanyakan pilihan hidupnya mungkin menunjukkan kecenderungan untuk menghindari pengambilan keputusan sama sekali.
Ketakutan untuk membuat pilihan yang salah atau potensi penyesalan yang mungkin terjadi bisa sangat membebani. Jadi, sebaliknya, mereka lebih baik menghindarinya.
Penghindaran ini dapat menimbulkan perasaan mandek atau tidak puas karena mereka tidak secara aktif mengarahkan hidup ke arah yang diinginkan.
Mengenali perilaku ini dapat menjadi langkah untuk mengambil kembali kendali dan membuat keputusan yang lebih percaya diri.
3. Mencari kepastian terus-menerus
Perilaku umum lainnya adalah kebutuhan akan kepastian terus-menerus. Otak manusia memang diatur untuk mencari persetujuan, karena menjadi bagian dari suatu kelompok dan mendapatkan persetujuan dari kelompok itu sangat penting bagi kelangsungan hidup di awal sejarah manusia.
Namun, ketika kebutuhan ini menjadi berlebihan, bisa mengindikasikan masalah yang lebih dalam, rasa takut melakukan kesalahan dan terus-menerus mempertanyakan pilihan hidup.
Pola ini dapat membuat kamu terlalu bergantung pada pendapat orang lain dan merampas kepercayaan diri serta kemampuan untuk memercayai penilaian sendiri.
4. Takut ketinggalan
