← Beranda

4 Makanan Ramah Usus untuk Mengatasi Sembelit, Apa Saja?

Rabbany WanadrianiRabu, 14 Januari 2026 | 03.06 WIB
ilustrasi orang yang makan apel. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Jika Anda sering merasa kembung, sembelit, atau tidak nyaman setelah makan, masalahnya mungkin bukan pada apa yang dikonsumsi namun pada apa yang kurang.

Kesehatan usus secara diam-diam memengaruhi segala hal, mulai dari pencernaan dan kekebalan tubuh hingga tingkat energi dan bahkan suasana hati.

Namun, kebanyakan orang fokus pada suplemen sambil mengabaikan makanan sehari-hari yang sebenarnya menyembuhkan lapisan usus dan meningkatkan pergerakan usus.

Untuk mengatasi masalah pencernaan, dilansir healtshots, berikut makanan ramah usus yang bisa Anda konsumsi.

Baca Juga: Siaga Banjir! Pramono Anung Perintahkan Operasi Modifikasi Cuaca Jakarta, Siapkan Anggaran Hingga Sebulan

  1. Makanan kaya serat

Serat makanan sangat penting untuk pergerakan usus yang teratur dan mikrobioma usus yang sehat.

Serat menambah volume tinja, melembutkannya, dan membantu tinja keluar lebih mudah.

Anda bisa menambahkan buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan sebagai makanan pokok sehari-hari.

Pilihan lain termasuk buncis, oat dan quinoa, brokoli, almond, apel dan persik.

Baca Juga: Begini Cara John Herdman 'PDKT' ke Pemain Timnas Indonesia

Asupan serat yang konsisten menjaga pencernaan tetap lancar dan mencegah sembelit.

  1. Dadih dan nasi

Nasi dadih adalah salah satu makanan paling sederhana namun paling efektif untuk kesehatan usus.

Dadih merupakan probiotik, ketika dikombinasikan dengan nasi, ia membantu memperbaiki lapisan usus.

Makanan ini lembut, efektif, dan mengurangi peradangan.

Baca Juga: PSI Nilai Kunjungan Prabowo ke IKN Bentuk Jaminan Keberlanjutan dan Meningkatkan Kepercayaan Investor

Dadih, yogurt, dan makanan olahan susu fermentasi lainnya merupakan sumber probiotik alami yang sangat membantu selama gangguan pencernaan.

  1. Makanan fermentasi

Makanan fermentasi biasanya ringan di perut dan mudah dicerna.

Selain itu, makanan fermentasi berpengaruh positif terhadap mikrobioma usus baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Studi menemukan bahwa makanan fermentasi dapat mengurangi penanda peradangan dalam tubuh.

Baca Juga: Intip Performa Kiper Persib Bandung Teja Paku Alam yang Sukses Buat Pangeran Biru Sulit Dibobol

Konsumsi secara teratur membantu memulihkan bakteri usus, meningkatkan pencernaan, dan mengurangi kembung.

  1. Acar buatan sendiri

Acar buatan sendiri yang difermentasi secara alami kaya akan bakteri baik yang mendukung pencernaan.

Tidak seperti acar yang dijual di toko, acar yang difermentasi dalam garam dan minyak membantu menyehatkan mikroba usus dan meningkatkan konsistensi BAB.

Dikonsumsi dalam jumlah kecil, acar dapat merangsang pencernaan secara perlahan.

EDITOR: Hanny Suwindari