JawaPos.com- Anda mungkin pernah mendengar tentang prebiotik dan probiotik, tapi ada istilah usus baru yang disebut postbiotik. Meski bakteri ini tidak hidup, namun bisa bermanfaat bagi kesehatan. Berikut pengenalan postbiotik, manfaatnya bagi Anda, dan di mana menemukannya.
Apa Itu Postbiotik?
Menurut International Scientific Association for Probiotics and Prebiotics (ISAAPP), postbiotik adalah bakteri mati atau tidak hidup yang memberikan manfaat kesehatan.
Postbiotik bisa berupa bakteri mati atau bagian struktur seluler dengan atau tanpa metabolit. Postbiotik dianggap mirip dengan probiotik karena keduanya memberikan manfaat kesehatan.
Ada juga yang merupakan produk sampingan dari fermentasi probiotik, misalnya asam lemak rantai pendek yang bersifat anti-inflamasi.
Apa Manfaat Kesehatan dari Postbiotik?
Dunia postbiotik adalah topik baru. Pada 2022, terdapat artikel yang membahas manfaat kesehatan seperti peningkatan kekebalan, mengurangi gejala gastrointestinal, dan potensi bantuan bagi orang dengan alergi makanan.
Salah seorang ahli, Sauceda, mengatakan jika postbiotik masih sulit untuk dipelajari karena definisinya belum universal.
Sauceda menjelaskan bahwa butirat adalah salah satu metabolit yang dihasilkan oleh bakteri usus dan membantu menjaga penghalang usus. Namun, klasifikasinya sebagai postbiotik belum disepakati secara universal.
Penelitian menunjukkan bahwa postbiotik juga dapat mengurangi peradangan di usus dan berpotensi mempengaruhi gangguan mood seperti depresi.
Postbiotik dianggap sebagai alternatif yang lebih aman daripada probiotik, terutama dalam kesehatan anak-anak, meskipun masih perlu penelitian lebih lanjut untuk mengonfirmasi efektivitasnya.
Baca Juga: Empat Khasiat Yogurt untuk Tubuh saat Berpuasa
Di mana Kita Dapat Menemukan Postbiotik pada Makanan?
Postbiotik tidak ada pada makanan, melainkan dapat ditemui dalam bentuk suplemen.
Sarah Schlichter, MPH, RDN, mengatakan bahwa sebagian besar orang sebaiknya mulai mengonsumsi prebiotik dan makanan kaya probiotik daripada langsung mengonsumsi suplemen postbiotik.
Makanan ini dapat meningkatkan produksi postbiotik dan menyediakan nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat.
Baca Juga: Ketahui 3 Kandungan Yogurt Rasa Buah yang Bermanfaat untuk Kesehatan
Prebiotik terdapat pada makanan seperti gandum, kacang-kacangan, apel, pisang, dan bawang bombay, sedangkan probiotik terdapat pada makanan fermentasi seperti yogurt, asinan kubis, tempe, miso, kefir, dan kimchi.
"Meskipun ada penelitian yang menggambarkan menemukan postbiotik dalam makanan fermentasi, para peneliti juga merinci bahwa jumlah yang dihasilkan tidak akan cukup untuk benar-benar memiliki manfaat kesehatan,” jelas Sauceda yang dikutip pada foodnetwork.
Haruskan Kita Mengonsumsi Suplemen Postbiotik?
Salah seorang pakar mengatakan bahwa suplemen postbiotik mungkin tidak cocok untuk semua orang, termasuk orang dengan gangguan pencernaan, wanita hamil, dan orang dengan kondisi kronis tertentu.
Baca Juga: Sehat Konsumsi Yogurt Saat Pandemi, Ini Cara Membuatnya di Rumah
Meskipun peredaran dan penggunaan suplemen makanan sendiri diatur oleh BPOM, Masyarakat sebaiknya mencoba makanan probiotik untuk mendorong produksi postbiotik secara alami.
Studi Pangan dan Gizi UGM juga menjelaskan bahwa beberapa artikel menegaskan jika postbiotik juga dicampur dengan sel yang mengalami lisis. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam produksi postbiotik adalah komposisi media, agar diperoleh metabolit-metabolit yang penting selama fermentasi.