JawaPos.com- Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah radikal bebas yang sering disebut sebagai penyebab penyakit kanker atau penyakit kronis lainnya.
Namun tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan istilah radikal bebas dalam kesehatan?
Dilansir dari laman verywellhealth.com pada Sabtu (11/11), radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan.
Kondisi ini membuat mereka sangat reaktif, mencari elektron untuk mencapai keseimbangan.
Molekul ini dapat terbentuk secara alami dalam tubuh sebagai hasil dari proses metabolisme normal atau sebagai respons terhadap paparan lingkungan.
Nah, radikal bebas yang ada di tubuh kita berasal dari dua sumber yaitu dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen).
Namun, tahukah kamu bahwa radikal bebas ada di sekitarmu dan dapat mengancam nyawa apabila kadarnya terlalu tinggi di dalam tubuh.
Baca Juga: 7 Manfaat Selada untuk Kesehatan, Salah Satunya Bantu Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Tubuh
Ancaman Radikal Bebas Terhadap Kesehatan:
- Stres Oksidatif
Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, di mana tubuh sulit menetralkan jumlah radikal bebas yang berlebihan, merusak sel-sel dan jaringan.
- Penuaan Dini
Stres oksidatif dapat mempercepat penuaan, mempengaruhi kulit dan organ tubuh lainnya.
3.Penyakit Kardiovaskular
Kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dapat merusak dinding arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
- Kanker
Radikal bebas dapat merusak DNA, meningkatkan risiko perkembangan sel kanker.
- Penyakit Neurodegeneratif
Hubungan antara stres oksidatif dan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson telah ditemukan pada penelitian lebih lanjut.
Sumber radikal bebas juga sering kita jumpai. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah jenis-jenis radikal bebas yang ada di sekitar kita.
1.Asap Rokok
Rokok mengandung radikal bebas dalam jumlah besar, dapat menyebabkan kerusakan pada saluran napas dan meningkatkan risiko kematian.
2.Polusi Udara
Polusi udara bukan hanya berasal dari kendaraan saja, tapi juga hasil industri, mesin fotocopy, serta pendingin udara.
Proses alami dari pernapasan kita serta fungsi metabolisme yang buruk dalam tubuh juga merupakan penyebab adanya peningkatan radikal bebas di dalam tubuh.
3.Radiasi UV
Alasan mengapa berjemur di bawah matahari disarankan pada waktu dan durasi tertentu adalah karena sinar matahari tidak selalu baik untuk tubuh.
Nyatanya, sinar matahari, terutama sinar UV, dapat menimbulkan radikal bebas di kulit.
4.Pestisida
Pestisida sering ditemukan dalam bahan makanan hasil perkebunan seperti sayur dan buah karena petani menggunakannya untuk memberantas hama.
Ini sangat beracun untuk tubuh karena dapat menyebarkan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan organ seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat.
5.Olahraga Berlebihan
Olahraga intensitas tinggi dapat memicu produksi radikal bebas dalam jumlah besar.
Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Akar Wangi untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Bantu Meredakan Jerawat Meradang!
Setelah memahami bahwa tubuh kita seringkali terpapar radikal bebas tanpa kita sadari, jangan khawatir.
Kamu bisa mengambil langkah-langkah berikut ini untuk mengurangi risiko radikal bebas berlebihan.
- Cukupi Kebutuhan Antioksidan
Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran.
- Olahraga Teratur
Aktivitas fisik membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung kesehatan sel.
- Pengelolaan Stres
Teknik pengelolaan stres seperti meditasi dapat menjaga keseimbangan tubuh.
- Penghindaran Zat Berbahaya
Hindarilah paparan polusi udara dan bahan kimia berbahaya. Kamu bisa menggunakan masker saat berada di tempat yang banyak terpapar polusi udara.
- Pola Makan Sehat
Mengadopsi pola makan seimbang dapat mengurangi risiko stres oksidatif.
***