← Beranda

Apa Itu Radikal Bebas? Yuk Lebih Mengenal dan Memahami Risikonya

Cahyo Yuman TripamungkasSabtu, 11 November 2023 | 13.26 WIB
Ilustrasi radikal bebas dapat membahayakan tubuh karena dapat memicu penyakit kronis. (freepik.com (@Lifestylememory)

JawaPos.com- Kamu mungkin sudah familiar dengan istilah radikal bebas yang sering disebut sebagai penyebab penyakit kanker atau penyakit kronis lainnya.

Namun tahukah kamu, apa yang dimaksud dengan istilah radikal bebas dalam kesehatan?

Dilansir dari laman verywellhealth.com pada Sabtu (11/11), radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil karena memiliki satu atau lebih elektron tak berpasangan.

Kondisi ini membuat mereka sangat reaktif, mencari elektron untuk mencapai keseimbangan.

Molekul ini dapat terbentuk secara alami dalam tubuh sebagai hasil dari proses metabolisme normal atau sebagai respons terhadap paparan lingkungan.

Nah, radikal bebas yang ada di tubuh kita berasal dari dua sumber yaitu dari dalam tubuh (endogen) dan dari luar tubuh (eksogen).

Namun, tahukah kamu bahwa radikal bebas ada di sekitarmu dan dapat mengancam nyawa apabila kadarnya terlalu tinggi di dalam tubuh.

Baca Juga: 7 Manfaat Selada untuk Kesehatan, Salah Satunya Bantu Menurunkan Kadar Kolesterol dalam Tubuh

Ancaman Radikal Bebas Terhadap Kesehatan:

  1. Stres Oksidatif

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, di mana tubuh sulit menetralkan jumlah radikal bebas yang berlebihan, merusak sel-sel dan jaringan.

  1. Penuaan Dini

Stres oksidatif dapat mempercepat penuaan, mempengaruhi kulit dan organ tubuh lainnya.

3.Penyakit Kardiovaskular

Kerusakan yang disebabkan oleh radikal bebas dapat merusak dinding arteri, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

  1. Kanker

Radikal bebas dapat merusak DNA, meningkatkan risiko perkembangan sel kanker.

  1. Penyakit Neurodegeneratif

Hubungan antara stres oksidatif dan penyakit seperti Alzheimer dan Parkinson telah ditemukan pada penelitian lebih lanjut.

Baca Juga: Selain Wortel, 6 Buah dan Sayuran Ini Juga Bantu Jaga Kesehatan Mata dan Mencegah Resiko Terkena Katarak

Sumber radikal bebas juga sering kita jumpai. Untuk lebih lengkapnya, berikut adalah jenis-jenis radikal bebas yang ada di sekitar kita.

1.Asap Rokok

Rokok mengandung radikal bebas dalam jumlah besar, dapat menyebabkan kerusakan pada saluran napas dan meningkatkan risiko kematian.

2.Polusi Udara

Polusi udara bukan hanya berasal dari kendaraan saja, tapi juga hasil industri, mesin fotocopy, serta pendingin udara.

Proses alami dari pernapasan kita serta fungsi metabolisme yang buruk dalam tubuh juga merupakan penyebab adanya peningkatan radikal bebas di dalam tubuh.

3.Radiasi UV

Alasan mengapa berjemur di bawah matahari disarankan pada waktu dan durasi tertentu adalah karena sinar matahari tidak selalu baik untuk tubuh.

Nyatanya, sinar matahari, terutama sinar UV, dapat menimbulkan radikal bebas di kulit.

4.Pestisida

Pestisida sering ditemukan dalam bahan makanan hasil perkebunan seperti sayur dan buah karena petani menggunakannya untuk memberantas hama.

Ini sangat beracun untuk tubuh karena dapat menyebarkan radikal bebas yang menyebabkan kerusakan organ seperti mutasi gen dan gangguan syaraf pusat.

5.Olahraga Berlebihan

Olahraga intensitas tinggi dapat memicu produksi radikal bebas dalam jumlah besar.

Baca Juga: 6 Manfaat Minyak Akar Wangi untuk Kesehatan Tubuh, Salah Satunya Bantu Meredakan Jerawat Meradang!

Setelah memahami bahwa tubuh kita seringkali terpapar radikal bebas tanpa kita sadari, jangan khawatir. 

Kamu bisa mengambil langkah-langkah berikut ini untuk mengurangi risiko radikal bebas berlebihan. 

  1. Cukupi Kebutuhan Antioksidan

 Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah-buahan dan sayuran.

  1. Olahraga Teratur

Aktivitas fisik membantu mengurangi stres oksidatif dan mendukung kesehatan sel.

  1. Pengelolaan Stres

Teknik pengelolaan stres seperti meditasi dapat menjaga keseimbangan tubuh.

  1. Penghindaran Zat Berbahaya

Hindarilah paparan polusi udara dan bahan kimia berbahaya. Kamu bisa menggunakan masker saat berada di tempat yang banyak terpapar polusi udara.

  1. Pola Makan Sehat

Mengadopsi pola makan seimbang dapat mengurangi risiko stres oksidatif.

***

EDITOR: Novia Tri Astuti