← Beranda

Rahasia di Balik Kebiasaan Orang Suka Lagu Galau, Ternyata Bukan Sekadar Patah Hati Tapi Soal Emosi Tersembunyi

Lavinia Tiara MalikaSelasa, 23 September 2025 | 03.36 WIB
Ilustrasi seseorang mendengarkan lagu galau

JawaPos.com – Musik menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang memiliki genre favorit, mulai dari pop, rock, jazz, hingga klasik. Namun, ada satu fenomena menarik: lagu galau justru sering diputar, bahkan oleh orang yang sedang tidak patah hati. Pertanyaannya, mengapa banyak orang memilih mendengarkan lagu dengan lirik sedih?

Musik galau memiliki kekuatan emosional yang kuat. Dari penjelasan berbagai pakar psikologi, lagu-lagu bertema patah hati atau kesedihan bisa membantu seseorang memproses emosi. Menurut konten edukasi dari Kok Bisa?, musik dengan nuansa sendu bekerja seperti “katarsis”, yaitu cara melepas emosi yang terpendam agar tidak menumpuk di dalam diri.

Selain itu, psikolog Saskhya Aulia Prima menjelaskan bahwa mendengarkan lagu galau bukan berarti seseorang sedang lemah. Justru, lagu bernuansa melankolis dapat menjadi ruang aman untuk mengekspresikan perasaan tanpa harus menceritakannya kepada orang lain. Inilah sebabnya, meskipun sedang bahagia, orang tetap bisa menikmati musik sedih karena otak menilai pengalaman emosional tersebut sebagai hal yang menenangkan.

Baca Juga: Kenapa Sulit Berhenti Menggigit Kuku? Ini 6 Strategi Psikologis yang Terbukti Efektif Menghentikan Kebiasaan Buruk

Fenomena ini juga diperkuat oleh penjelasan beberapa kreator konten psikologi. Lagu galau membuat seseorang merasa “terhubung” dengan lirik, seolah-olah ada yang memahami kondisi mereka. Rasa keterhubungan ini mampu mengurangi perasaan kesepian. Maka tak heran, banyak orang justru merasa lega setelah mendengarkan lagu sedih, meski sebelumnya baik-baik saja.

Lebih jauh, mendengarkan musik galau juga bisa menjadi cara refleksi diri. Menurut kanal edukasi Satu Persen, manusia cenderung menggunakan lagu melankolis untuk memahami pengalaman pribadi, terutama yang berkaitan dengan hubungan dan kehilangan. Dengan mendengarkan lirik yang emosional, seseorang sering kali mampu melihat masalahnya dari sudut pandang baru.

Namun, ada pula sisi lain yang perlu diwaspadai. Mendengarkan lagu galau terlalu sering bisa memperkuat suasana hati negatif. Beberapa penelitian menunjukkan, paparan musik melankolis secara berlebihan bisa memperdalam rasa sedih atau bahkan memicu overthinking. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk menjaga keseimbangan dalam memilih playlist musik.

Meski begitu, bukan berarti lagu galau harus dihindari. Justru, bila digunakan dengan bijak, musik jenis ini bisa memberikan manfaat positif. Berikut beberapa alasan mengapa orang suka mendengarkan lagu galau:

Baca Juga: Jika Anda Terus-Menerus Membandingkan Hidup dengan Orang Lain Secara Online, 8 Kebiasaan Ini Merusak Anda Menurut Psikologi

  • Melepaskan emosi terpendam. Lagu galau membantu mengalirkan perasaan sedih atau kecewa.

  • Menciptakan rasa lega. Setelah menangis atau hanyut dalam lirik, seseorang biasanya merasa lebih ringan.

  • Meningkatkan empati. Lagu sedih membuat orang lebih peka terhadap perasaan diri sendiri dan orang lain.

  • Menjadi media refleksi. Musik galau sering menjadi sarana untuk memahami pengalaman hidup.

  • Memberi rasa keterhubungan. Pendengar merasa tidak sendirian dalam menghadapi kesulitan.

Pada akhirnya, mendengarkan lagu galau adalah pilihan pribadi yang wajar. Musik membantu manusia mengelola emosi dengan cara yang aman dan bisa menjadi terapi sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Kuncinya adalah menjaga keseimbangan: menikmati lagu galau untuk melepaskan perasaan, namun tetap menyeimbangkannya dengan musik yang lebih ceria agar suasana hati tetap stabil.

EDITOR: Setyo Adi Nugroho