
ilustrasi perempuan yang introvert. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Suasana liburan seperti Natal dan Tahun Baru bisa menjadi pusaran emosi, terutama bagi para introvert.
Psikologi mengatakan bahwa para introvert lebih kesulitan dengan aspek-aspek tertentu dari musim liburan dibandingkan yang lain.
Dilansir geediting, berikut tujuh hal yang paling sulit dihadapi para introvert selama liburan dari sudut pandang psikologi.
Di mata seorang introvert, pesta liburan bisa terasa seperti medan perang.
Menurut psikologi, para introvert mengisi ulang energi mereka dengan menghabiskan waktu sendirian. Tapi musim liburan? biasanya penuh dengan acara sosial.
Obrolan ringan yang terus-menerus, tekanan untuk berbaur menjadi mimpi buruk bagi seorang introvert.
Baca Juga: 7 Tips Jadi Lebih Produktif Sebagai Orang dengan Kepribadian Introvert, Bisa Kamu Terapkan Besok!
Psikologi mengatakan bahwa introvert lebih sensitif terhadap rangsangan eksternal daripada ekstrovert. Ini berarti dirinya mudah kewalahan di lingkungan yang ramai.
Bagi para introvert, berbelanja di mal yang ramai adalah perjuangan besar saat liburan.
Lampu-lampu yang berkelap-kelip, warna-warna yang cerah, musik liburan yang terus-menerus terdengar terlalu berlebihan bagi indra seorang introvert.
Studi menunjukkan bahwa para introvert memiliki sensitivitas yang lebih tinggi terhadap rangsangan sensorik.
Ini berarti bahwa dekorasi liburan yang meriah dan cerah, yang bagi banyak orang terasa meriah dan menyenangkan dapat menjadi berlebihan bagi para introvert.
Meskipun para introvert bisa sama bahagianya seperti orang lain, mereka mungkin tidak mengekspresikannya dengan cara yang terlalu antusias.
