Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 05.01 WIB

Inovasi AI Pacu Lonjakan Pengiriman Smartphone Global di Tengah Persaingan Ketat Apple dan Samsung

Ilustrasi AI dan inovasi smartphone cerdas yang mendorong lonjakan pengiriman global di tengah persaingan Apple dan Samsung - Image

Ilustrasi AI dan inovasi smartphone cerdas yang mendorong lonjakan pengiriman global di tengah persaingan Apple dan Samsung

JawaPos.com — Industri smartphone global mencatat momentum baru. Pengiriman ponsel pintar secara global pada kuartal ketiga 2025 naik 2,6 persen menjadi 322,7 juta unit, dipicu meningkatnya permintaan terhadap ponsel premium dengan fitur kecerdasan buatan (AI). Data awal ini dirilis oleh International Data Corporation (IDC) pada Senin (13/10).

Meskipun kondisi ekonomi dunia masih diliputi ketidakpastian dan tensi tarif perdagangan, permintaan terhadap ponsel pintar kelas atas menunjukkan ketahanan luar biasa. 

Konsumen kini cenderung mengganti perangkat mereka berkat inovasi kecerdasan buatan (AI) dan penawaran tukar tambah yang semakin kompetitif. Strategi promosi tersebut menjadikan keputusan pembaruan ponsel baru sebagai langkah yang rasional bagi banyak pengguna.

Dilansir dari Reuters, Selasa (14/10/2025), tren ini menandai arah positif industri yang sebelumnya sempat melambat akibat pandemi dan tekanan makroekonomi. “Industri smartphone terus menunjukkan peningkatan yang solid—sebuah capaian luar biasa mengingat kondisi ekonomi yang masih tidak menentu serta dinamika tarif yang fluktuatif,” ujar Nabila Popal, Direktur Riset Senior untuk Perangkat Klien Global di IDC.

Popal menambahkan, “Permintaan terhadap lini iPhone 17 terbaru dari Apple sangat kuat, dengan jumlah pemesanan awal melampaui generasi sebelumnya. Sementara itu, Galaxy Z Fold 7 dan Galaxy Z Flip 7 milik Samsung mencatat kinerja terbaik di antara seluruh model lipat terdahulu, menciptakan momentum baru bagi segmen ponsel lipat.”

Dari sisi performa, Samsung mempertahankan posisi teratas dengan 61,4 juta unit pengiriman pada kuartal ini. Sementara itu, Apple mencatat pertumbuhan hampir 3 persen dengan 58,6 juta unit, menandai rekor tertinggi perusahaan untuk periode Juli–September.

Kenaikan ini mencerminkan kemampuan produsen besar dalam beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar. Inovasi produk berbasis AI dan strategi pemasaran yang terukur menjadi kunci keberhasilan mereka. IDC memproyeksikan tren positif ini akan berlanjut hingga akhir tahun, ditopang oleh promosi besar-besaran dan ekspansi fitur AI di berbagai lini produk.

Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat peringatan hati-hati. Pada Mei 2025, IDC sempat memangkas proyeksi pertumbuhan pengiriman smartphone tahunan dari 2,3 persen menjadi 0,6 persen, akibat gejolak tarif dan melemahnya daya beli global. Situasi ini menegaskan pentingnya inovasi berkelanjutan, terutama bagi segmen menengah ke atas yang kini menjadi motor utama pertumbuhan industri.

Di tengah kompetisi global yang semakin ketat, raksasa teknologi seperti Apple, Samsung, Huawei, dan sejumlah produsen asal Tiongkok terus berlomba menghadirkan inovasi berbasis AI, mulai dari peningkatan kualitas kamera cerdas hingga pengembangan ekosistem digital yang semakin terintegrasi. Tren ini menandai pergeseran dari sekadar “ponsel pintar” menuju era perangkat yang “lebih cerdas” dan adaptif terhadap kebiasaan pengguna.

Pasar Indonesia sendiri berpotensi besar menyerap dampak positif dari lonjakan global ini. Kombinasi antara program tukar tambah, kemitraan dengan operator seluler, dan strategi harga bersubsidi diperkirakan akan mempercepat penetrasi ponsel berteknologi AI di dalam negeri.

Dengan demikian, kuartal ketiga 2025 bukan hanya menandai pemulihan volume penjualan, tetapi juga transformasi mendasar industri smartphone dunia. Inovasi AI kini menjadi medan utama persaingan antara raksasa teknologi global, yang berupaya mempertahankan dominasi mereka dalam lanskap digital yang terus berevolusi.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore