Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2023, 20.57 WIB

Kekerasan Terhadap Warga Palestina Meningkat! Israel Dikabarkan Curi Tanah Petani di Tepi Barat 

Pasukan Israel mengarahkan senjata mereka saat mereka bentrok dengan warga Palestina dalam serangan di Jericho di Tepi Barat yang diduduki Israel (Reuters/Ammar Awad). - Image

Pasukan Israel mengarahkan senjata mereka saat mereka bentrok dengan warga Palestina dalam serangan di Jericho di Tepi Barat yang diduduki Israel (Reuters/Ammar Awad).

JawaPos.com – Para petani Palestina di Tepi Barat terus mendapat serangan dan kekerasan dari pemukiman Israel.

Setiap hari, para petani di Tepi Barat Palestina hidup dalam ketakutan lantaran rumah dan tanah mereka yang dicuri oleh Israel.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, setidaknya 237 warga Palestina telah terbunuh dan sekitar 2.850 lainnya terluka oleh pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki sejak 7 Oktober.

Padahal seharusnya Israel, tidak boleh menyerang Tepi Barat karena Hamas tidak berada disana. 

Namun, Kota Jenin dan kamp pengungsi menjadi tempat paling banyak yang mendapat serangan.

Tentara Israel diketahui telah menewaskan 10 orang dan melukai 20 lainnya hanya dalam waktu satu minggu, seperti yang dilansir dari Al Jazeera, Senin (27/11).

Seorang petani berusia 45 tahun, Ayman Assad mengatakan bahwa keluarganya bisa dengan jelas mendengar serangan tersebut dari rumah mereka yang hanya berjarak 2 km (1,2 mil) dari kamp dan mereka telah menjadikan beberapa minggu terakhir ini sebagai mimpi buruk bagi dia, istri dan lima anaknya.

“Anak-anak terus-menerus merasa ketakutan, dan mereka tidak lagi bisa bermain di luar, itu terlalu berbahaya,” katanya kepada Al Jazeera.

Ia juga mengatakan anak-anaknya tidak lagi bisa bersekolah karena meskipun mereka berani menempuh rute ke sana, tentara Israel memblokir banyak jalan di daerah tersebut. Sehingga kini semua kelas sudah dilakukan secara online.

Sementara itu, kekhawatiran juga dirasakan beberapa warga Palestina di Tepi Barat terhadap peternakan ayam, yang terletak jauh di Area C Tepi Barat.

Mereka takut jika tempat itu akan diserang oleh pemukim Israel sementara mereka tidak mampu mempertahankannya. 

“Saya takut tanah saya akan dicuri,” Ungkap Ayman.

Sebagai informasi, Tepi Barat telah diduduki Israel sejak tahun 1967. Sejak saat itu, sekitar 700.000 pemukim Israel menetap secara ilegal di wilayah Palestina. 

Israel telah mencuri, menyerang dan menghancurkan kebun zaitun lahan pertanian dan properti di sana selama bertahun-tahun.

Diketahui, Palestina terkenal akan buah zaitun, minyak zaitun, dan sayurannya. Pohon zaitun, khususnya, merupakan simbol penting keterikatan warga Palestina terhadap tanah mereka.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore