Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Januari 2025, 16.09 WIB

Makna Hari Raya Galungan 2025: Jadwal dan Tradisi Hindu dalam Kemenangan Dharma

Perayaan Galungan oleh Umat Hindu di Bali. (ignartonosbg/Pixabay) - Image

Perayaan Galungan oleh Umat Hindu di Bali. (ignartonosbg/Pixabay)


JawaPos.com - Hari Raya Galungan adalah salah satu perayaan keagamaan penting bagi umat Hindu di Indonesia, khususnya di Bali. Perayaan ini jatuh setiap enam bulan dalam kalender Bali atau 210 hari, memperingati kemenangan dharma (kebenaran) atas adharma (kejahatan).

Makna Hari Raya Galungan merujuk pada penciptaan alam semesta dan perjuangan manusia untuk menjunjung nilai-nilai kebenaran. Kata “Galungan” sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti “menang atau bertarung.” Perayaan ini juga menjadi momen untuk mempersembahkan penghormatan kepada Sang Hyang Widhi dan Dewa Bhatara dalam berbagai manifestasinya.

Tradisi dalam Perayaan Galungan
Perayaan Galungan tidak lengkap tanpa penjor, hiasan bambu khas Bali yang dipasang di tepi jalan. Penjor melambangkan rasa syukur kepada Tuhan atas kelimpahan alam dan rezeki. Selain itu, persembahan upacara kepada Sang Hyang Widhi dilakukan di pura-pura maupun di rumah-rumah, menjadikan suasana Galungan sangat sakral dan khidmat.

Menurut Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 16 Tahun 2024, Hari Raya Galungan pada tahun 2025 akan dirayakan pada dua kesempatan:

  • Rabu, 23 April 2025
  • Rabu, 19 November 2025

Selain Galungan, umat Hindu juga akan merayakan Hari Raya Kuningan, yang berlangsung 10 hari setelah Galungan. Hari Raya Kuningan 2025 dijadwalkan pada:

  • Sabtu, 3 Mei 2025
  • Sabtu, 29 November 2025

Jadwal Hari Suci Hindu 2025
Untuk mendukung umat Hindu melaksanakan ibadahnya, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dispensasi libur pada beberapa hari raya suci. Berikut adalah jadwal penting untuk tahun 2025:

  • 8 Februari: Hari Suci Saraswati
  • 12 Februari: Hari Suci Pagerwesi
  • 28 Maret: Hari Suci Tawur Kesanga
  • 29 Maret: Hari Suci Nyepi Caka 1947
  • 30 Maret: Hari Suci Ngembak Geni
  • 22 April: Penampahan Galungan
  • 23 April: Hari Raya Galungan
  • 24 April: Umanis Galungan
  • 2 Mei: Penampahan Kuningan
  • 3 Mei: Hari Raya Kuningan
  • 6 September: Hari Suci Saraswati
  • 10 September: Hari Suci Pagerwesi
  • 18 November: Penampahan Galungan
  • 19 November: Hari Raya Galungan
  • 20 November: Umanis Galungan
  • 28 November: Penampahan Kuningan
  • 29 November: Hari Raya Kuningan

Makna dan Harapan dalam Hari Raya Galungan
Galungan menjadi pengingat bagi umat Hindu untuk memperkuat nilai-nilai kebenaran dalam kehidupan sehari-hari. Tradisi ini bukan hanya momentum spiritual tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan sosial dan budaya di Bali.

Dengan dispensasi hari libur dan jadwal yang jelas, masyarakat Hindu di Bali diharapkan dapat merayakan Hari Raya Galungan dan Kuningan dengan khidmat, menjaga tradisi, dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan. Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan!

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore