JawaPos.com - Tradisi membangunkan sahur selama bulan Ramadhan ternyata tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Indonesia, melainkan juga ada di berbagai negara lain.
Kegiatan membangunkan orang sahur semacam ini menjadi aktivitas yang tak pernah ditemui di bulan lain selain Ramadhan.
Membangunkan sahur menjadi salah satu kemeriahan di bulan Ramadhan yang dilakukan di banyak negara dunia.
Selain menjadi tradisi bulan ramadhan, berikut beberapa negara yang memiliki tradisi unik membangunkan sahur selama Ramadhan.
- Turki
Di Turki, masyarakat membangunkan sahur dengan alat pengiring dari suara-suara yang dikeluarkan mesin penari pagi.
Alat tradisional ini memiliki bunyi yang mirip dengan suara alat musik perkusi yang cukup keras namun tetap berima. Sehingga cocok membangunkan sahur.
Selain mesin penari, adapula alat musik tradisional seperti nafiri yang semacam alat tiup khas Turki, yang juga digunakan untuk membangunkan orang sahur.
Baca Juga: Makan Sahur Tiba-tiba Terdengar Suara Adzan, Sah atau Batal Puasanya? Berikut Penjelasannya
- Pakistan
Selanjutnya ada negara pakistan yang juga membangunkan sahur dengan diiringi oleh suara-suara seruling atau alat musik tradisional masyarakat setempat.
Bahkan di Pakistan yang membunyikan seruling ini ada petugas khusus yang memang bertugas membangunkan sahur.
Selain seruling, ada pula cara membangunkan sahur di Pakistang menggunakan pengeras suara Masjid setempat layaknya di Indonesia.
Dikutip dari arabnews.com, di Pakistan juga ada tradisi menabuh drum keliling kampung untuk membangunkan sahur. Namun, tradisi ini mulai pudar pada tahun belakangan.
- Mesir
Seperti di Pakistan, di Mesir terdapat petugas yang secara khusus bertugas membangunkan sahur, yang biasa disebut Musharti (penabuh drum).
Mereka berkeliling desa atau wilayah tertentu membangunkan sahur dengan membunyikan bel, memukul bedug serta drum.
Dinukil dari iqraonline.com, tradisi membangunkan sahur ini sudah ada sejak zaman Ottoman, yang mana penabuh genderang berjalan keliling sambil memanggil nama orang dan menyanyikan bait-bait sajak.
Baca Juga: Biar Kenyang Sepanjang Hari, Ini 15 Menu Sahur yang Bisa Bikin Kenyang Lebih Lama
- Maroko
Begitupun di Maroko yang juga membangunkan sahur menggunakan alat musik tradisional seperti gambus, qanun, atau alat musik tiup khas Maroko lainnya.
Tradisi ini dimeriahkan dan diikuti oleh masyarakat setempat, khususnya para pemuda yang berkeliling sembari melantunkan salawat dan nyanyian. Kegiatan ini mendatangkan kemeriahan dan kegembiraan di tengah malam.
- Albania
Kemudian ada Albania yang memeriahkan tradisi membangunkan sahur dengan menggunakan Lodra, yang merupakan alat musik tradisional sejenis drum yang dibuat dari kulit kambing dan bisa menghasilkan suara keras.
Tradisi ini biasa dilakukan di Kota Shokdra dengan mengundang pemain Lodra untuk membangunkan sahur. Mereka berkeliling sembari menyanyikan lagu-lagu tradisional.
Baca Juga: Pahami Dampak Tidur Pasca Sahur dan Simak Kapan Waktu Terbaik untuk Tidur di Bulan Ramadhan
- India
Terakhir ada India. Di negara ini ada kelompok yang bernama seheriwalas atau zohridaars, yang biasanya melakukan tradisi membangunkan sahur. Kelompok ini merupakan bagian dari budaya Mughal yang telah ada semenjak zaman dulu.
Bahkan dikutip dari timesofindia.indiatimes.com, tradisi semacam ini masih dilakukan hingga saat ini dengan menyusuri jalan-jalan bahkan gang-gang sempit.
Mereka membangunkan sahur masyarakat Indi dengan membawa sebilah kayu, atau tongkat kayu yang kemudian diperuntuukan untuk mengetuk pintu maupun dinding rumah agar dapat bangun sahur.
***