
Para pekerja menyiapkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Dapur Makan Bergizi Gratis Kebayunan, Tapos, Depok, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Ada yang berkedok mengirim sampel makanan ke sekolah, ada warung yang diorderi puluhan makanan, ada pula yang meminta uang jaminan untuk ajakan kerja sama.
GALIH ADI P., Surabaya SALIS ALI M., Banyuwangi
---
KEDATANGAN pria yang mengaku dari sebuah perusahaan swasta itu mengejutkan Kepala SMP Gita Kirtti (Giki) 2 Surabaya Ida Christiana.
Sebab, pria yang mendatanginya ke sekolah tersebut tiba-tiba saja menawarkan mengirim sampel makanan sebagai bagian dari program makan bergizi gratis (MBG).
Ida ragu karena belum ada petunjuk teknis (juknis) apa pun dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya soal penyaluran MBG. Termasuk informasi tentang pihak lain yang menjadi penyalur atau penyedia.
”Pria itu mengaku bahwa MBG itu hibah dari perusahaan. Bahkan oknum tersebut menyebut, selain pemerintah, MBG juga dijalankan lebih dulu oleh pihak swasta. Perusahaan dia salah satunya,” kata Ida kepada Jawa Pos.
Ida pun semakin ragu. Tawaran tersebut akhirnya dia tolak. Menurutnya, jika niatnya benar menyalurkan MBG, seharusnya ada proposal yang dikirim ke sekolah.
”Tapi, sampai sekarang (kemarin, 6/1) tidak ada proposal yang dikirim. Saya tidak berani gegabah, apalagi belum ada juknis,” katanya.
SMP Giki 2 tak sendirian mengalami ”teror” serupa. Kepala SMP 17 Agustus 1945 Surabaya Wiwik Wahyuningsih bahkan ditelepon oleh seseorang yang mengaku dari koperasi di Jakarta di bawah naungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Modusnya mendata sekolah sebagai penerima MBG.
Wiwik juga diminta menyediakan data siswa. ”Ada yang mau mengirim surat juga. Tetapi, kami tidak tanggapi karena dari Pemkot Surabaya belum ada juknis yang disosialisasikan,” katanya.
Ida dan Wiwik wajar jika sangat berhati-hati. Sebab, sudah terjadi beberapa kejadian di sejumlah daerah bahkan sebelum program andalan pemerintahan Prabowo Subianto itu bergulir mulai kemarin.
Di Kabupaten Mojoroto, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, puluhan ibu pelaku usaha katering tertipu penawaran tender yang mencatut nama Kodim 0809/Kediri. Pelaku yang mengaku sebagai pemenang tender penyuplai paket MBG dari Kodim 0809/Kediri menawarkan kerja sama kepada para pemilik katering dengan meminta setoran uang jaminan minimal Rp 1 juta.
Mengaku Pegawai Kecamatan
Begitu pula di Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Sejumlah pemilik warung makan di wilayah tersebut nyaris menjadi korban order fiktif. Modusnya, pelaku yang mengaku pegawai kantor kecamatan memesan makanan untuk program MBG.
