← Beranda

Kembali Ramai di TikTok, Seorang Pemuda Mengalami Kematian Tragis Akibat ‘Sindrom Nasi Goreng’

Dianita Devi PutriSelasa, 7 November 2023 | 02.55 WIB
Membiarkan nasi, pasta, atau makanan bertepung lainnya terlalu lama di luar dapat menimbulkan masalah di antaranya sebagai tempat tumbuhnya bakteri. Sumber foto : Canva Pro

JawaPos.com – TikTok kembali memunculkan kematian tragis seorang mahasiswa berusia 20 tahun yang tidak diketahui identitasnya, berasal dari Belgia, pada tahun 2008 yang meninggal setelah makan sisa pasta yang tidak disimpan di lemari es.

Dalam video viral yang diunggah oleh akun TikTok @jpall20 membagikan kisah peringatan ‘untuk semua pelajar, jangan menyimpan makanan di luar lebih dari seminggu lalu memakannya’, telah ditonton lebih dari 2 juta kali dan mendapat 8.000 komentar.

Cerita tersebut pertama kali diterbitkan dalam Journal of Clinical Microbiology yang merinci kematian tidak disengaja seorang mahasiswa di Brussels, Belgia, setelah makan spageti.

Baca Juga: CEO TikTok Akan Temui Pimpinan Tertinggi Uni Eropa, Berkaitan Penyebaran Disinformasi Israel-Hamas?

Menurut laporan, mahasiswa itu akan membuat makanan selama seminggu agar tidak perlu mengurusnya pada hari kerja.

Dia memasak pada hari Minggu dan memasukkan spageti di wadah kedap udara, sehingga pikirnya, beberapa hari kemudian dia hanya menambahkan saus ke dalamnya dan memanaskannya kembali.

Setelah lima hari pasta diletakkan di meja pada suhu kamar, dia memanaskannya dan memakannya.

Baca Juga: Rilis Lagu ‘Standing Next to You’ Jungkook BTS Ajak Member Le Sserafim Dance Challenge TikTok

Awalnya, dia sudah merasakan rasa aneh pada makanannya, tapi dia mengira itu karena saus tomat baru yang dia gunakan.

Mahasiswa tersebut kemudian keluar untuk berolahraga, tapi setelah 30 menit, dia terpaksa pulang karena mual, sakit perut, dan sakit kepala.

Makin lama, dia mengalami diare dan muntah, lalu mencoba memperbanyak minum air dan tidur.

Baca Juga: YouTube Siapkan Fitur untuk Bertransaksi Layaknya TikTok Shop

Namun, keesokan harinya, dia tidak bangun dari tempat tidur untuk mengikuti kelas, lalu orang tuana memeriksa dan ternyata mahasiswa tersebut telah meninggal.

Otopsi menyatakan bahwa dia mengalami nekrosis hati, yang menyebabkan kegagalan organ di tubuh.

Akan tetapi, penyebab kematian yang pasti tidak dapat ditentukan melalui otopsi karena otopsi yang sempat tertunda menurut laporan.

Laboratorium Referensi Nasional untuk Wabah yang Ditularkan Makanan atau The National Reference Laboratory for Food-Borne Outbreaks menemukan sejumlah besar bakteri yang disebut Bacillus cereus.

Bakteri Bacillus cereus ini  dapat menyebabkan keracunan makanan dan masalah kesehatan serius lainnya. Dalam kasus yang ekstrim, bahkan dapat menyebabkan kerusakan pada hati.

Baca Juga: Sejumlah Negara Mulai Evaluasi Tiktok, Teten Singgung Perlindungan Data Pribadi dan Sikap Tegas India

Dokter perawatan darurat yaitu Dr. Joe, M.D. dengan akun TikTok @drjoe_md melalui unggahan videona, menjelaskan jenis keracunan ini sering disebut dengan ‘Sindrom Nasi Goreng’.

‘Sindrom Nasi Goreng’ adalah jenis keracunan makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan berlebih bakteri Bacillus cereus, karena nasi terkadang dimasak dan dibiarkan dingin pada suhu kamar selama beberapa jam.

Spora bakteri dapat bertahan dalam proses perebusan, mereka berkembang biak pada suhu ruangan dan dapat menghasilkan racun yang menyebabkan muntah dan diare, sehingga membiarkan nasi, pasta, atau makanan bertepung lainnya terlalu lama di luar dapat menimbulkan masalah.

EDITOR: Nicolaus