Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Agustus 2025, 04.20 WIB

Kemendag Perkuat Sinergi UMKM dan Ritel Modern untuk Pasar Domestik

Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan pemaparan pada konferensi pers Kinerja Ekspor Semester I Tahun 2025 di Jakarta, Senin (4/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan pemaparan pada konferensi pers Kinerja Ekspor Semester I Tahun 2025 di Jakarta, Senin (4/7/2025). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Kementerian Perdagangan menegaskan komitmennya memperkuat kemitraan antara UMKM dan pengusaha besar, khususnya jaringan ritel modern, guna menjaga daya saing pasar domestik. Langkah ini diwujudkan melalui pembukaan akses lebih luas bagi produk pangan lokal ke rak-rak supermarket.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, sinergi tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat rantai pasok sekaligus memastikan produk lokal mendapat ruang yang lebih besar di pasar dalam negeri. "Sinergi ini memperkuat rantai pasok domestik sekaligus menjadi saluran pemasaran bagi produk pangan dalam negeri," ujarnya.

Kemendag mencatat, saat ini serapan produk lokal di jaringan ritel modern sudah menembus lebih dari 80 persen, jauh di atas target awal 30 persen yang ditetapkan pemerintah. Menurut Budi, capaian ini menunjukkan bahwa produk dalam negeri semakin diminati sekaligus memiliki daya saing yang kian kuat.

Selain memperkuat pasar domestik, Kemendag juga menyiapkan strategi ekspor bagi UMKM yang sudah menembus ritel modern. Melalui Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi (BISA) Ekspor, pelaku usaha difasilitasi memanfaatkan 46 perwakilan perdagangan di 33 negara untuk memperluas akses pasar global.

"Setiap hari, UMKM dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan kami di luar negeri. Perwakilan kami akan mencarikan buyer yang sesuai, dan UMKM juga didampingi untuk melakukan presentasi langsung," kata Budi.

Dukungan dari sektor ritel terus menguat. Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pusat Belanja Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah menyebut pelaku ritel memiliki tanggung jawab membuka akses pasar bagi UMKM.

"Kami mendukung penuh inisiatif Kemendag dalam memperkuat pasar UMKM pangan. Kemitraan strategis ini adalah kunci memperluas daya saing produk lokal," ujarnya.

Sejalan dengan itu, Presiden Direktur Hero Supermarket Ipung Kurnia menegaskan komitmen Hero dalam memberi ruang bagi UMKM pangan binaan. "Hero bangga menjadi bagian utama dalam program kolaborasi Hippindo dan Kemendag untuk menghadirkan produk-produk UMKM ke dalam jaringan ritel modern," katanya.

Potensi pasar dalam negeri yang besar turut memperkuat alasan langkah ini. Data Statista 2025 memproyeksikan nilai pasar makanan dan minuman Indonesia naik dari USD 253,71 miliar pada 2025 menjadi USD 353,86 miliar pada 2030, dengan pertumbuhan tahunan 39,50 persen. Dari kategori tersebut, makanan ringan diperkirakan menjadi segmen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 60,50 persen.

Budi menegaskan, penguatan daya saing produk lokal harus sejalan dengan pengamanan pasar domestik. Pemerintah mendorong sertifikasi, perbaikan kemasan, strategi penjenamaan, hingga penerapan perdagangan hibrida atau omnichannel.

"Pasar rakyat kini sudah bisa melayani secara daring. Meskipun secara fisik tampak sepi, sebenarnya transaksi tetap berjalan," ujarnya.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore