← Beranda
Terungkap, Jude Bellingham Sempat Sindir Wasit Usai Inggris Tersingkir dari Argentina
M Shofyan Dwi KurniawanMinggu, 26 Juli 2026 | 21.58 WIB
Lionel Messi dan Jude Bellingham (Bein Sports)
 
 

 

JawaPos.com - Kekalahan Inggris dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026 ternyata menyisakan lebih dari sekadar kekecewaan. Sebuah rekaman kamera wasit mengungkap momen ketika Jude Bellingham melontarkan sindiran kepada wasit Ismail Elfath sesaat setelah pertandingan berakhir.

Inggris sempat unggul dalam laga yang berlangsung sengit itu, tetapi akhirnya harus mengakui keunggulan Argentina dengan skor 2-1. Hasil tersebut mengantarkan Argentina ke final sebelum akhirnya takluk 0-1 dari Spanyol.

Sepanjang pertandingan, Argentina tercatat melakukan 15 pelanggaran dan menerima tiga kartu kuning. Sementara itu, Inggris melakukan 11 pelanggaran dan hanya mendapat satu kartu kuning.

Baca Juga: Jude Bellingham Torehkan Rekor Langka yang Belum Disamai Pemain Inggris dalam 4 Dekade

Pertandingan dipimpin oleh Ismail Elfath, wasit asal Major League Soccer (MLS), yang menjalani penampilan keduanya di ajang Piala Dunia.

Sindiran Halus Bellingham kepada Wasit

Usai peluit panjang dibunyikan, Bellingham menghampiri jajaran perangkat pertandingan untuk berjabat tangan.

Melansir Talksport, dalam rekaman kamera wasit yang diunggah di TikTok oleh Tristan Tegtmeyer, gelandang Inggris itu terdengar berkata kepada Elfath:

"Beberapa kejadian yang mengejutkan, tetapi semoga semuanya berjalan dengan baik."

Baca Juga: Drama Semifinal Piala Dunia 2026 Berlanjut, Istri Valentin Barco Ikut Kecam Ulah Jude Bellingham

Bellingham tidak menjelaskan keputusan mana yang ia maksud. Namun, ucapannya menunjukkan bahwa ia tidak puas dengan kepemimpinan wasit sepanjang pertandingan.

Ketegangan Berlanjut Setelah Laga

Suasana panas tidak berhenti saat pertandingan usai. Hubungan antara para pemain Inggris dan Argentina memanas di lapangan.

Morgan Rogers terlibat adu mulut dengan sejumlah pemain Argentina, sementara Bellingham menjadi sorotan setelah terlihat menepuk bagian belakang kepala Valentin Barco dalam sebuah insiden pascapertandingan.

Baca Juga: Jude Bellingham dan Harry Kane Cadangan! Ini Susunan Pemain Prancis vs Inggris di Perebutan Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

Kontroversi semakin besar ketika para pemain Argentina membentangkan spanduk bertuliskan:

"Las Malvinas son Argentinas."

Kalimat tersebut berarti "Kepulauan Falkland adalah milik Argentina", sebuah isu politik yang telah lama menjadi sengketa antara Argentina dan Britania Raya.

Sesuai aturan IFAB, perlengkapan maupun atribut yang digunakan dalam pertandingan tidak boleh memuat pesan atau simbol yang bersifat politik.

Baca Juga: Reaksi Perdana Jude Bellingham Usai Inggris Gagal ke Final Piala Dunia 2026, Singgung Persatuan Bangsa

Mantan Menteri Negara untuk Bisnis dan Perdagangan Inggris, Peter Kyle, kemudian meminta FIFA menyelidiki aksi tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIFA mengenai insiden tersebut. Pemerintah Amerika Serikat bahkan disebut membela hak para pemain untuk membentangkan spanduk tersebut.

Kontroversi Argentina Berlanjut hingga Final

Sorotan terhadap Argentina tidak berhenti di semifinal. Pada partai final melawan Spanyol, mereka kembali menjadi pusat perhatian setelah kalah 0-1.

Seusai pertandingan, terjadi keributan yang melibatkan sejumlah pemain, dengan Leandro Paredes dilaporkan melepaskan pukulan dalam insiden tersebut.

Baca Juga: Dialog Sengit Lionel Messi dan Jude Bellingham di Semifinal Piala Dunia FIFA 2026 Akhirnya Terungkap

Tim berjuluk La Albiceleste juga menuai kritik karena membelakangi para pemain Spanyol saat prosesi penyerahan trofi, tindakan yang dinilai banyak pihak tidak menunjukkan sikap sportif.

Di tengah berbagai kritik tersebut, Presiden Argentina Javier Milei justru membela tim nasionalnya. Ia menilai berbagai kecaman yang diarahkan kepada Argentina muncul karena banyak pihak merasa iri terhadap negaranya, meski perilaku para pemain sepanjang akhir turnamen terus menjadi bahan perdebatan.

EDITOR: Edi Yulianto