← Beranda
Sebut Pernyataan Jokowi yang Ingin Cawe-cawe di Pemilu 2024 Sangat Berbahaya, PKS: Presiden Jangan Sok Tahu!
Muhammad RidwanSelasa, 30 Mei 2023 | 21.40 WIB
Anggota MPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera. (MPR RI)
JawaPos.com - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera merespons pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ingin ikut campur alias cawe-cawe pada gelaran Pemilu 2024. Menurutnya, jika seorang kepala negara ikut campur dalam penyelenggaraan pesta demokrasi sangat membahayakan iklim demokrasi di Indonesia. 
 
"Pernyataan Pak Jokowi yang ingin cawe-cawe berbahaya sekali. Presiden mesti netral imparsial," kata Mardani kepada wartawan, Selasa (30/5). 
 
Baca Juga: Ombudsman Buka Opsi Jemput Paksa Firli Cs Terkait Pencopotan Brigjen Endar Priantoro
 
Ia mengimbau Presiden Jokowi agar tak perlu merasa paling pintar dalam penyelenggaraan pemilu. Karena sudah ada lembaga pengawasnya tersendiri. 
 
"Presiden jangan merasa sok tahu apalagi merasa menjadi pengawal utama proses pemilu. Biarkan rakyat mengambil perannya, biarkan para ketua umum partai politik membuat ijtihad," tegas Mardani.
 
Baca Juga: Transaksi Capai Rp 1,12 T, Gubernur Khofifah Dorong Perluasan Serapan UMKM lewat E-Purchasing
 
Ia pun meminta Presiden Jokowi memastikan Pemilu 2024 berlangsung bersih, jujur dan adil. Ia meminta Presiden Jokowi tak ikut campur urusan capres-cawapres.
 
"Tidak perlu ada skenario satu dua pasang tiga pasang, biarkan mengalir saja. Setiap zaman itu ada orangnya. Pak Jokowi fokus aja untuk khusnul khotimah, karena itu sudah berat," papar Mardani. 
 
Baca Juga: Halimah Yacob Merasa 6 Tahun Sudah Cukup jadi Presiden Singapura, Putuskan Tak Calonkan Lagi
 
Selain itu, kata dia, apabila Presiden Jokowi netral dan memastikan seluruh aparatur negara bekerja sesuai koridor itu adalah keputusan yang baik.
 
"Kami yakin ketika Presiden netral dan bekerja dalam koridor yang benar justru kita akan mendapatkan Presiden yang lebih baik ketimbang saat ini," tegas Mardani.
 
Sebelumnya, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Setpres RI Bey Triadi Machmudin mengakui Presiden Jokowi memang kerap melakukan cawe-cawe jelang gelaran Pemilu 2024. 
 
Baca Juga: Rohmadi Dieksekusi Suyono di Toko Mebel, Motifnya Karena Dendam dan Ingin Menguasai Hartanya
 
Menurutnya, kepala negara ingin pemimpin nasional ke depan bisa melanjutkan program staregis nasional seperti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), hilirisasi dan transisi energi bersih.  
 
"Presiden ingin pemimpin nasional ke depan dapat mengawal dan melanjutkan kebijakan-kebijakan strategis seperti pembangunan IKN, hilirisasi, transisi energi bersih," ucap Bey kepada wartawan, Senin (29/5).
 
Baca Juga: Pemutilasi Rohmadi Sengaja Buang Potongan Tubuh Korban ke Sejumlah Lokasi Berbeda
 
Ia mengklaim, ikut campurnya kepala negara pada penyelenggaraan pesta demokrasi nanti agar pemilu berjalan secara demokratis, jujur dan adil. 
 
"Presiden ingin memastikan Pemilu serentak 2024 dapat berlangsung secara demokratis, jujur dan adil," pungkasnya.
EDITOR: Banu Adikara