JawaPos.com – Kesehatan tubuh ternyata dapat terganggu meski seseorang sudah tidur cukup dan menjaga pola makan dengan baik.
Banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya mengalami kekurangan paparan sinar matahari dalam kesehariannya.
Sinar matahari berperan penting dalam pembentukan vitamin D serta memengaruhi sirkulasi darah dan suasana hati seseorang.
Dilansir dari laman YourTango pada Jumat (4/9), berikut tujuh tanda yang biasa muncul ketika tubuh mengalami kekurangan paparan sinar matahari yang cukup.
Baca Juga: 7 Tanda Halus Bahwa Seseorang Mungkin Diam-Diam Tidak Suka dengan Kesuksesanmu Menurut Psikologi
1. Rasa lelah yang tidak hilang meski sudah tidur cukup
Bangun tidur meski sudah delapan jam tetap terasa seperti hanya tidur selama empat jam saja.
Kelelahan tersebut terasa lebih dulu pada tubuh dibanding baru disadari melalui kondisi mata yang lelah.
Mencoba tidur lebih awal atau mengurangi kafein terkadang sedikit membantu, namun tidak sepenuhnya menyelesaikan masalah.
Rasa lelah yang sebenarnya tetap tidak tersentuh meski berbagai cara telah dicoba untuk mengatasinya.
2. Merasakan pergantian musim sebelum benar-benar terlihat
Perubahan cahaya di bulan September sering memicu perubahan yang dirasakan tubuh jauh sebelum pohon berubah warna.
Perasaan tersebut bukanlah sesuatu yang dibayangkan atau dibesar-besarkan oleh seseorang yang mengalaminya.
Tubuh sebenarnya sedang membaca perubahan cahaya di sekitarnya secara alami dan konsisten.
Kepekaan tubuh terhadap cahaya ini sebenarnya sudah ada sejak lama tanpa disadari sepenuhnya.
3. Hal kecil terasa lebih melelahkan dari yang seharusnya
Bukan hal besar, melainkan hal sederhana seperti membalas pesan atau memilih makanan yang terasa berat.
Setiap keputusan kecil terasa menguras energi lebih banyak dibanding yang biasanya dirasakan sebelumnya.
Pada akhirnya, energi tersebut habis digunakan tanpa hasil yang jelas ketika malam tiba.
Kondisi ini menjadi salah satu tanda bahwa tubuh mungkin kekurangan paparan sinar matahari yang cukup.
4. Cenderung tertarik mendekati jendela
Seseorang cenderung memilih duduk di dekat kaca atau berlama-lama berdiri di ambang pintu.
Memindahkan posisi meja kerja terasa lebih nyaman meski alasannya tidak sepenuhnya dapat dijelaskan dengan jelas.
Tubuh sebenarnya tahu apa yang dibutuhkannya meski seseorang tidak secara sadar memintanya.
Kebiasaan ini mencerminkan kebutuhan tubuh terhadap cahaya alami yang belum terpenuhi dengan cukup.
5. Suasana hati lebih mengikuti cuaca dibanding kondisi hidupnya
Kabar baik terasa hambar ketika langit sedang mendung tanpa alasan yang jelas.
Sore hari yang cerah justru membawa perasaan lebih baik dibanding yang seharusnya terjadi secara wajar.
Tidak ada yang berubah dari situasi hidup seseorang, hanya kondisi cahaya di sekitarnya saja.
Perubahan suasana hati ini menjadi tanda bahwa cahaya matahari memiliki pengaruh besar terhadap emosi.
6. Hari-hari baik selalu berkaitan dengan cahaya matahari
Melihat kembali sebulan terakhir, hari yang dianggap baik biasanya bertepatan dengan cuaca cerah saat itu.
Pola ini sering muncul tanpa disadari oleh kebanyakan orang yang mengalaminya sehari-hari.
Kebanyakan orang tidak pernah benar-benar memperhatikan keterkaitan antara suasana hati dan cuaca tersebut.
Menyadari pola ini dapat membantu seseorang mengenali dampak sinar matahari terhadap kondisi emosionalnya.
7. Berhenti mengharapkan kondisi tubuh membaik
Ini menjadi tanda yang paling tenang namun paling penting untuk disadari oleh seseorang.
Seiring waktu, seseorang berhenti menganggapnya sebagai masalah dan mulai menganggapnya sebagai kepribadiannya sendiri.
Kekurangan sinar matahari tidak selalu terlihat jelas, melainkan menjadi kondisi yang perlahan terbiasa dijalani.
Seseorang akhirnya membangun kehidupan berdasarkan kondisi dasar yang sebenarnya tidak pernah benar-benar dipilihnya.