JawaPos.com – Stres dan konflik bukanlah sesuatu yang dapat kita hilangkan sepenuhnya dalam hidup.
Namun, yang dapat kita lakukan adalah mempelajari seni ketenangan sehingga kita dapat menangani situasi yang menantang dengan lebih baik.
Hal ini tentu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan karena situasi tertentu dapat memicu respons emosional yang kuat, membuat kita bereaksi secara impulsif bukan malah tenang.
Dalam artikel ini kita akan membahas beberapa situasi yang sebaiknya ditanggapi dengan tenang sebagaimana sudah dilansir dari laman The Expert Editor, Jumat (5/7) sebagai berikut.
Baca Juga: Ingat! 9 Hal Ini Harus Selalu Anda Rahasiakan dari Orang Lain, Agar Hidup Terasa Lebih Tenang
- Selama konfrontasi
Konfrontasi merupakan bagian dari kehidupan baik di rumah, di tempat kerja maupun di lingkungan sosial. Wajar saja jika emosi meledak saat terjadi perselisihan.
Namun, membiarkan emosi menguasai situasi pada saat-saat seperti ini justru dapat memperburuk situasi. Anda cenderung akan mengatakan atau melakukan sesuatu yang nantinya akan Anda sesali dan dapat merusak hubungan.
Psikolog menyarankan agar tetap tenang selama konfrontasi. Dengan kepala dingin membuat Anda memahami sudut pandang pribadi dengan jelas tanpa terkesan marah atau tidak sopan.
Bahkan bersikap tenang juga membantu Anda lebih memahami sudut pandang orang lain dan menemukan penyelesaian yang membangun terhadap perselisihan.
- Ketika dihadapkan pada keputusan yang sulit
Kita semua pernah mengalaminya saat dimana kita harus membuat keputusan yang berpotensi mengubah arah hidup kita.
Entah itu memilih jalur karir, memutuskan untuk mengakhiri hubungan jangka panjang atau bahkan memilih rumah baru. Keputusan-keputusan tersebut kerap dapat membangkitkan luapan emosi.
Namun, tetap tenang dalam situasi ini sangatlah penting. Pasalnya tingkat stres dan kecemasan yang tinggi dapat mengaburkan penilaian kita dan mendorong kita untuk mengambil keputusan tergesa-gesa.
Ketika Anda tenang, Anda mampu mengevaluasi pilihan Anda secara objektif, mempertimbangkan untung ruginya hingga mempertimbangkan potensi konsekuensi dari keputusan Anda.
- Di tengah kekacauan
Tidak bisa dipungkiri bahwa ada naluri umum untuk bereaksi dengan panik atau takut ketika terjadi hal yang tidak diinginkan. Baik itu krisis mendadak di tempat kerja, pertengkaran keluarga yang panas bahkan kemacetan lalu lintas saat Anda terlambat.
Namun, menjaga ketenangan di saat-saat seperti ini menjadi hal yang sangat penting. Saat kita panik, pikiran kita cenderung menjadi kabur dan kita sering membuat keputusan yang terburu-buru.
Dengan tetap tenang membuat kita berpikir jernih dan menilai situasi secara akurat dan menghasilkan solusi yang efektif.
- Ketika Anda melakukan kesalahan
Kita semua manusia dan kadang-kadang kita melakukan kesalahan. Mulai dari membuat kesalahan dalam laporan pekerjaan, mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada orang yang dicintai di saat sedang marah hingga lupa kalau ada janji penting.
Baca Juga: Simak! 8 Cara Menjadi Orang yang Lebih Tenang dan Santai Meskipun Itu Bukan Sifat Dasarmu
Momen-momen tersebut sangat rentan membuat kita terjerumus dalam kritik diri dan kecemasan. Sehingga sangat penting untuk tetap bersikap tenang.
Daripada menyalahkan diri sendiri, menjaga ketenangan dapat membuat Anda mengakui kesalahan dengan jujur, belajar dari kesalahan dan memperbaiki kesalahan tersebut.
- Saat menerima kritik
Jujur saja, tidak ada seorang pun yang suka dikritik. Baik itu masukan yang membangun di tempat kerja atau teman yang menunjukkan kekurangan. Menghadapi hal semacam ini kita cenderung bersikap defensif dan marah.
Cara tepat menghadapi situasi tersebut adalah tetap bersikap tenang. Dengan dengan tetap tenang membantu Anda untuk benar-benar mendengarkan dan memahami masukan tanpa membiarkan emosi mengaburkan penilaian Anda.***