← Beranda
7 Tips Menjaga Kesehatan Mental di Rumah dengan Cara Sederhana tapi Efektif, Nomor 5 Sering Diabaikan Padahal Penting
Aria Maulana SatriyoSenin, 22 September 2025 | 13.50 WIB
Ilustrasi seseorang yang menjaga kesehatan mental./Freepik.

JawaPos.com – Beberapa tips menjaga kesehatan mental di rumah secara sederhana bisa menjadi langkah penting setelah kamu melakukan tes kesehatan mental mandiri. 

Kadang hasilnya berada di tengah-tengah. tidak terlalu buruk, tapi juga belum optimal. 

Nah, di situasi seperti ini, mengelola kesehatan mental sehari-hari dari rumah adalah langkah bijak yang bisa langsung kamu lakukan.

Data juga menunjukkan bahwa sekitar 68% perempuan dan 57% laki-laki dengan masalah kesehatan mental adalah orang tua. 

Artinya, peran rumah tangga dan keseharian di rumah sangat erat kaitannya dengan kondisi psikologis seseorang. 

Baca Juga: Ingin Tes Kesehatan Mental? Ini 5 Cara Self Assessment yang Bisa Kamu Lakukan Sendiri di Rumah untuk Mengetahui Kondisi Psikologis

Beban pekerjaan domestik, pengasuhan anak, hingga tekanan sosial bisa memengaruhi stabilitas emosional.

Dengan memahami cara menjaga kesehatan mental di rumah, kamu tidak hanya menolong dirimu sendiri, tapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi orang terdekat. 

Yuk, kita bahas beberapa tips sederhana yang bisa kamu praktikkan sehari-hari untuk membuat pikiran lebih ringan, hati lebih tenang, dan hidup terasa lebih seimbang.

Langsung saja simak penjelasannya berikut ini yang dilansir dari PAR inc.

1. Luangkan Waktu di Alam

Salah satu cara paling sederhana menjaga kesehatan mental di rumah adalah dengan menyempatkan waktu bersama alam. 

Baca Juga: Lelah Jadi Tempat Curhat Teman Toxic? Berikut 5 Cara Bijak Menghadapinya agar Tidak Ikut Stres, Nomor 4 Paling Penting!

Entah itu sekadar jalan santai di taman, duduk di halaman rumah, atau hiking di akhir pekan, efeknya bisa sangat besar. 

Penelitian menemukan bahwa berjalan di hutan menurunkan kadar kortisol (hormon stres) dibanding berjalan di area perkotaan. 

Selain itu, berinteraksi dengan alam juga terbukti meningkatkan suasana hati dan fungsi kognitif.

Coba mulai dari hal kecil, misalnya jalan sebentar saat jam istirahat siang. Rutinitas sederhana ini, kalau dilakukan konsisten, bisa membantu pikiran jadi lebih tenang.

2. Rapikan dan Declutter Ruangan

Pernah merasa sumpek lihat kamar berantakan? Itu bukan sekadar perasaan. Ruang yang penuh barang menumpuk bisa menambah beban mental dan membuat sulit berkonsentrasi. Riset menunjukkan, clutter atau barang yang berantakan dapat meningkatkan overload kognitif dan mengurangi daya ingat kerja, sehingga bikin frustrasi.

Membersihkan dan menata ruangan bisa menimbulkan rasa lega sekaligus memberi kontrol. Tidak hanya bikin mood lebih baik, tapi juga meningkatkan kualitas tidur. 

Jadi, coba mulai rapikan meja kerja atau lemari pakaian. Efeknya bisa lebih besar dari yang kamu kira.

3. Rutin Berolahraga

Olahraga bukan hanya soal menyehatkan fisik, tapi juga penting untuk kesehatan mental. 

Aktivitas fisik terbukti mengurangi gejala depresi, kecemasan, hingga ADHD. Selain itu, olahraga membantu tidur lebih nyenyak, memperkuat memori, dan memperbaiki suasana hati. 

Kabar baiknya, kamu tidak perlu jadi atlet untuk merasakan manfaatnya. Jalan kaki 20 menit, naik tangga ketimbang lift, atau ikut kelas yoga online gratis sudah cukup untuk memulai.

4. Coba Mindfulness atau Meditasi

Hidup sering terasa seperti autopilot: bangun, kerja, pulang, tidur. Kalau kamu sering merasa begitu, mindfulness dan meditasi bisa jadi solusi. 

Dengan melatih diri untuk hadir di saat ini tanpa menghakimi, kamu bisa memutus lingkaran pikiran negatif.

Penelitian menunjukkan meditasi bisa menurunkan stres, kecemasan, dan depresi. 

Bahkan program seperti Mindfulness-Based Stress Reduction (MBSR) terbukti mengurangi kemungkinan kambuh pada penderita depresi. 

Mulailah dengan 5 menit sehari fokus pada napas, dan rasakan efeknya perlahan.

5. Jaga Pola Tidur yang Sehat

Sering begadang karena kerjaan menumpuk atau scrolling medsos? Hati-hati, kurang tidur bisa memperburuk kondisi mental seperti depresi dan kecemasan. 

Tidur yang cukup membantu regulasi emosi, memperbaiki fungsi otak, dan meningkatkan daya tahan stres.

Buat rutinitas tidur yang konsisten: matikan layar 1 jam sebelum tidur, buat kamar gelap dan sejuk, dan coba aktivitas relaksasi seperti membaca buku ringan. 

Kebiasaan kecil ini bisa mengubah kualitas tidurmu secara signifikan.

6. Jaga Silaturahmi

Menjaga kesehatan mental di rumah bukan berarti semuanya dilakukan sendirian. Hubungan sosial yang sehat punya efek besar pada kesejahteraan psikologis. 

Dukungan dari teman atau keluarga bisa mengurangi rasa kesepian dan membantu menghadapi stres.

Penelitian juga menunjukkan orang dengan jaringan sosial yang kuat lebih jarang mengalami depresi dan kecemasan. 

Jadi, jangan ragu telepon sahabat, ngobrol dengan tetangga, atau sekadar ikut kegiatan komunitas.

7. Berbagi dan Memberi

Menolong orang lain ternyata juga baik untuk diri sendiri. Kebaikan memberi rasa makna, meningkatkan kepercayaan diri, dan mengurangi stres. 

Mungkin sebagai salah satu cara adalah menyedekahkan sembako atau bahkan menjadi relawan untuk membantu orang lain.

Menurut National Alliance on Mental Illness (NAMI), volunteering dapat meningkatkan kebahagiaan, rasa percaya diri, bahkan membuat hidup terasa lebih penuh tujuan. 

Tidak harus besar, bahkan hal kecil seperti membantu tetangga atau berdonasi juga sudah berarti.

Akhir Kata

Menjaga kesehatan mental di rumah memang bisa dimulai dari langkah-langkah sederhana seperti yang sudah dibahas di atas. 

Namun, penting untuk diingat bahwa tips ini bukan pengganti bantuan profesional. 

Kalau kamu merasa gejala stres, cemas, atau depresi semakin berat, jangan ragu untuk mencari dukungan dari psikolog atau konselor. 

Dengan kombinasi kebiasaan sehat sehari-hari dan bantuan ahli bila diperlukan, kamu bisa membangun fondasi mental yang lebih kuat dan stabil.

EDITOR: Hanny Suwindari