← Beranda
Jangan Salah Pilih, Berikut 10 Jenis Asupan Vitamin yang Dibutuhkan Lansia untuk Menunjang Kesehatan Fisiknya
Irham MuzakiJumat, 14 Juni 2024 | 23.36 WIB
Ilustrasi Seorang Lansia Hendak Mengkonsumsi Vitamin. (Freepik)

JawaPos.com - Vitamin dan suplemen mendukung banyak fungsi penting dalam tubuh anda termasuk mengurangi peradangan dan kehilangan memori, memperkuat tulang, dan menjaga penglihatan anda. Sehingga sangat penting bagi lansia untuk mendapatkan jumlah vitamin dan suplemen yang tepat setiap hari.

Namun dikutip dari laman Klikdokter, Sebelum mengkonsumsi vitamin disarankan untuk memenuhi dan mencukupi kebutuhan nutrisi lewat makanan. Karena sebenarnya sumber vitamin dan mineral tersebut dapat diperoleh dari makanan, mulai dari buah, sayur, kacang-kacangan, telur, daging, ikan, dan biji-bijian.

Namun tentunya, ada beberapa kondisi yang membuat lansia membutuhkan tambahan suplemen vitamin untuk dikonsumsi, terutama bila kondisinya memang tidak memungkinkan untuk mengkonsumsi makanan tertentu. Berikut ini adalah beberapa jenis asupan vitamin yang dibutuhkan lansia, berdasarkan laman oakstreethealth.com.

Baca Juga: Konsumsi Makan Sehat, Berikut 10 Tips Pola Hidup Sehat untuk Lansia agar Memiliki Tubuh yang Kuat

10 Jenis Asupan Vitamin yang Dibutuhkan Lansia

1. Vitamin D

Vitamin D adalah vitamin penting bagi orang-orang dari segala usia, tetapi sangat penting bagi orang lanjut usia. Sumber utama Vitamin D adalah sinar matahari, yang mendorong tubuh anda memproduksi vitamin D. Vitamin ini membantu menjaga kesehatan tulang dengan meningkatkan kemampuannya dalam menyerap kalsium.

Pada lansia, tulang yang kuat sangat penting karena seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang mereka berkurang dan lebih mudah patah. Kekurangan vitamin D juga dapat meningkatkan risiko terkena osteoporosis. Dosis harian vitamin D yang dianjurkan adalah 600 hingga 800 IU (unit internasional).

Baca Juga: Ke Bunga Desa, Bupati Ipuk Tinjau Sekolah Lansia

2. Kalsium

Seiring bertambahnya usia, tulang secara alami kehilangan kalsium, yang dapat mengakibatkan tulang lemah dan lebih mudah patah. Disarankan agar orang yang berusia di atas 51 tahun (hampir 20 tahun sebelum anda mencapai usia 70 tahun) mendapatkan setidaknya 1.200 miligram kalsium setiap hari.

3. Vitamin B6

Vitamin B6 berperan dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan mengatur metabolisme. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa vitamin ini juga dapat membantu membatasi penurunan kognitif seiring bertambahnya usia. Meski vitamin ini banyak terdapat pada banyak makanan, termasuk ayam, pisang, dan bayam, beberapa lansia masih mengalami kekurangan vitamin B6.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Insomnia! Simak 5 Tips Tidur Nyenyak untuk Lansia, Salah Satunya Menerapkan Gaya Hidup Sehat

4. Vitamin B12

Vitamin B12 adalah bagian penting dari makanan sehari-hari untuk lansia yang sehat. Vitamin B12 berperan penting dalam banyak fungsi, termasuk membuat DNA, membentuk sel darah merah, dan memastikan saraf berfungsi dengan baik. Menariknya, karena seseorang tidak boleh mendapatkan terlalu banyak vitamin B12, tidak ada batasan atas jumlah yang boleh dikonsumsi.

5. Asetil-L-Karnitin

Suplemen lansia yang direkomendasikan juga mencakup asetil-l-karnitin, yang pada dasarnya mengubah lemak menjadi energi. Mengonsumsi asetil-l-karnitin sebagai suplemen memiliki beberapa manfaat kesehatan, terutama terkait fungsi otak dan memori. Lansia yang menghadapi penurunan kognitif pada tingkat tertentu dapat memilih untuk mengkonsumsi asetil-L-karnitin untuk meningkatkan daya ingat dan fungsi mental.

Baca Juga: Catat! Penyebab Insomnia pada Lansia, Sebaiknya Buatlah Lingkungan Tidur yang Nyaman

6. Vitamin A

Vitamin A bisa meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan dapat membantu anda tetap sehat, baik dalam penglihatan anda, yang mungkin menurun secara alami seiring bertambahnya usia. Banyak sumber makanan yang kaya vitamin A, diantaranya brokoli, telur, ubi, dan labu siam. Pria disarankan mendapatkan 900 mcg (mikrogram) vitamin A setiap hari dan wanita mendapatkan 700 mcg.

7. Vitamin E

Vitamin E menawarkan berbagai manfaat kesehatan, menjadikannya salah satu vitamin penting bagi lansia di atas 70 tahun. Vitamin E memberikan manfaat antioksidan yang dapat membantu melindungi anda dari kanker dan penyakit jantung. Ini juga membantu mengurangi risiko masalah mata terkait penuaan, seperti degenerasi makula. Vitamin E juga dapat membantu memperlambat penurunan kognitif seiring bertambahnya usia.

Baca Juga: Rekomendasi 5 Menu Makanan untuk Dikonsumsi Lansia, agar Gizi Terpenuhi dan Tetap Sehat di Usia Senja

8. Minyak Ikan

Minyak ikan kaya akan asam lemak omega‑3 yang dapat meningkatkan banyak fungsi tubuh seperti bagi kesehatan jantung, membantu menurunkan kolesterol, menurunkan tekanan darah dan membantu menjaga fungsi otak serta  mendukung kesehatan mata, yang seringkali menurun seiring bertambahnya usia. Minyak ikan juga bisa mengatasi peradangan kronis yang berhubungan dengan obesitas, diabetes, dan depresi.

9. Suplemen Serat

Mendapatkan serat yang cukup setiap hari dapat membantu melancarkan pencernaan, mengurangi sembelit, dan membantu anda terhindar dari masalah perut lainnya. Buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian merupakan sumber serat yang baik. anda juga bisa menambahkan suplemen serat. Pria di atas 51 tahun disarankan untuk mengonsumsi 28 gram serat setiap hari dan wanita sekitar 22 gram serat per hari.

Baca Juga: Jelang Puncak Haji, 300 Jamaah Lansia dan Disabilitas Non Mandiri Tempati Hotel Transit

10. Multivitamin

Multivitamin memungkinkan anda menikmati manfaat beberapa vitamin dalam satu pil harian yang mudah. Multivitamin untuk wanita di atas 50 tahun sering kali mengandung banyak dari 13 vitamin esensial, yang meliputi vitamin A, C, D, E, K, dan vitamin B. Multivitamin untuk pria lanjut usia menawarkan vitamin penting yang sama untuk memaksimalkan kesehatan mereka.

Baiklah demikian adalah beberapa ulasan mengenai beberapa jenis asupan vitamin yang dibutuhkan lansia untuk menunjang kesehatan fisiknya. Namun perlu diingat agar mengkonsumsi berbagai jenis vitamin tambahan tersebut harus berdasarkan resep dokter.

EDITOR: Nicolaus Ade