← Beranda
Dikucilkan di ASEAN, Myanmar Malah Dapat Bantuan Jet Tempur Super 30 dari Presiden Vladimir Putin
Firmanda Dwi Septiawan• Selasa, 12 September 2023 | 19.18 WIB
Ilustrasi Pesawat Jet.

JawaPos.com - Menteri Perdagangan Myanmar Charlie Than mengatakan Naypyidaw telah menerima dua jet tempur jenis Super 30 dari Rusia.

"Dua pesawat telah dikirim," kata Charlie Than dikutip dari Reuters pada Selasa (12/9).

Ini merupakan pengiriman pertama jet usai Rusia dan Myanmar menandatangani kontrak pengiriman enam jet tempur Super 30 SME pada September 2022 lalu.

Baca Juga: Tutup Agenda KTT ASEAN 2023 di Jakarta, Presiden Jokowi Minta Konflik Kerusuhan di Myanmar Tetap Dipantau

Jet tempur bertipe Sukhoi Super 30 SME didesain untuk menyerang target udara musuh, melakukan pengintaian udara melakukan pelatihan pilot hingga melakukan aktivitas tempur demikian menurut Rosoboronexport selaku eksportir senjata yang dikendalikan Kremlin.

Kementerian Pertahanan Rusia sejauh ini belum memberikan komentar terkait pengiriman bantuan jet. Pengiriman ini sendiri dilakukan kedua negara meski Amerika Serikat telah memperingatkan bahwa dukungan Rusia bagi junta militer Myanmar tak bisa diterima dan dapat memicu situasi yang semakin tak stabil.

Dilansir dari Anadolu Agancy, pasokan senjata semacam ini bisa memicu konflik yang berkepanjangan di negara Asia Tenggara itu. Myanmar memang masih dihadapkan dengan krisis politik sejak junta militer melancarkan kudeta pada 2021 lalu.

Baca Juga: Alasan Filipina Dipilih untuk Gantikan Myanmar Sebagai Tuan Rumah KTT ASEAN 2026, Berikut Penjelasan Kemenlu

Sejak kudeta berlangsung, bentrokan antara militer dan masyarakat sipil terus terjadi. Junta militer bahkan tak segan melancarkan serangan udara ke wilayah pedalaman yang menjadi markas kelompok militan dan pemberontak hingga menewaskan ratusan orang.

Asosiasi Negara Asia Tenggara (ASEAN) sampai memboikot perwakilan junta Myanmar dalam setiap pertemuan sejak kudeta berlangsung, termasuk dalam dua pertemuan tingkat tinggi (KTT ASEAN) di Jakarta.

ASEAN bahkan melewatkan Myanmar sebagai ketua ASEAN pada 2026 dan lebih memilih menggantinya dengan Filipina.

Sementara dikucilkan di ASEAN, Rusia justru mempunyai hubungan dekat dengan Myanmar. Bahkan Junta Militer sering berkunjung ke Rusia sejak 2021 bahkan menerima gelar doktor kehormatan.

EDITOR: Nicolaus