← Beranda
Jamaah Haji Indonesia Gelombang 2 Bergeser ke Madinah Bawa Boneka Unta
Bayu PutraSenin, 8 Juni 2026 | 05.21 WIB
Jamaah haji kloter SUB 59 bersiap meninggalkan Kota Makkah menuju Madinah, Minggu (7/6/2026). (Bayu Putra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Puncak haji telah usai. Jamaah Haji Indonesia gelombang 1 sudah mulai pulang ke tanah air, dan hari ini, Minggu (7/6) jamaah haji gelombang 2 mulai bergeser ke Madinah.

Mereka telah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Makkah, dan kini bersiap untuk menuntaskan kerinduan kepada Rasulullah.

Hari ini, sebanyak 14 kloter, 5 di antaranya dari Embarkasi Surabaya, diberangkatkan bertahap sejak pagi hingga petang Waktu Arab Saudi.

Salah satunya adalah Abdul Munif, warga Desa Sumberejo, Wonoayu, Sidoarjo. Kakek 63 tahun itu tergabung dalam kloter SUB 59 bersama sang istri, Arief Pristiani.

Baca Juga: Besok, Jamaah Haji Indonesia Gelombang 2 Mulai Bergeser ke Madinah

Dibantu Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Abdul Munif berupaya keras untuk bisa naik ke bus bertipe high deck itu.

Bekas serangan stroke di bagian kiri tubuhnya satu setengah tahun silam tak membuat ia menyerah. “Aku mau ke (makam) Rasul,” ucapnya, sembari berlinang air mata.

Lantunan doa dan zikir tak putus dari bibir Abdul Munif. Wajahnya semringah, karena tahu akan menziarahi Rasulnya, juga berkesempatan berdoa di Raudhah.

Demikian pula yang dirasakan Supatin, jamaah kloter SUB 60 asal Jombang. Ia sudah bersiap untuk fokus beribadah di masjid Nabawi dan menziarahi makam Rasulullah.

“Saya mboten (tidak) belanja lagi,” ucapnya. Ia sudah merasa cukup membeli oleh-oleh untuk kerabat dan cucu-cucunya di Makkah.

Baca Juga: Ruang Karyawan di Al Hidayah Tower Makkah Kebakaran, Jamaah Haji Indonesia Dipastikan Aman

“Saya beli boneka unta. Harganya Rp 50 ribu. Tapi karena beli lima, dikorting jadi Rp 40 ribu. Ini boneka yang bisa keluar suara, Labbaik Allahumma Labbaik,” lanjutnya.

Sementara itu, kepala Daerah kerja Makkah Ihsan Faisal menjelaskan, pergeseran jamaah haji gelombang 2 ke Madinah hari ini cukup lancar.

Di beberapa kloter, tidak diperlukan kendaraan khusus untuk mengangkut koper jamaah haji.

“Tadi kita lihat di kloter JKG 18 koper bagasi besarnya itu ikut dengan bus-busnya. Alhamdulillah semuanya tadi bisa masuk,” terangnya.

Alur masuk bus diatur sedemikian rupa agar yang paling awal masuk adalah jamaah lansia, disabilitas, dan berkebutuhan khusus.

Baca Juga: Fiqih Haji: Shalat Arbain Bukan Bagian dari Ibadah Haji, Hukumnya Sunnah

Disusul jamaah perempuan dan barulah jamaah laki-laki, diakhiri oleh masuknya ketua rombongan dan ketua kloter.

Seluruh paspor dibawa oleh sopir bus dan akan diserahkan Kembali ke syarikah setibanya di Madinah.

Paspor akan diserahkan kembali ke jamaah haji menjelang kepulangan ke tanah air, karena mereka akan berurusan dengan imigrasi di bandara Madinah.

Ihsan mengatakan, bagi jamaah yang sakit, keberangkatannya ke Madinah menunggu hasil asesmen dokter di Makkah.

“Misalnya menurut doktter atau ahli kesehatan ttidak boleh untuk diberangkatkan, pasti tetap akan dirawat di Makkah, di rumah sakit Arab Saudi,” lanjutnya.

Baca Juga: Musyrif Diny Dorong Masa Tinggal Jamaah Haji Dikurangi, Arbain Bersifat Opsional

Pada saatnya nanti, jamaah yang sakit itu juga akan diberangkatkan ke Madinah bila kondisinya sudah memungkinkan.

Dia mengingatkan para jamaah haji untuk menjaga kesehatan selama di Madinah dan tidak memaksakan diri untuk ke Masjid Nabawi bila tidak fit.

Meskipun jarak masjid Nabawi dari hotel jamaah haji relatif lebih dekat ketimbang jarak hotel dengan Masjidil Haram di Makkah, kesehatan tetap harus diutamakan.

Selain itu, di Madinah, tidak ada lagi nomor hotel. Para jamaah harus mengingat-ingat nama hotel maupun sektornya.

“Kalau nanti lupa lokasi hotelnya, bisa ditanyakan ke para petugas yang ada di sektor khusus Masjid Nabawi. Sebutkan nama hotelnya dan sektornya,” jelas Ihsan.

 

 

 

 

 

EDITOR: Bayu Putra