← Beranda
Fast Track Dipakai Sejak Kloter Pertama Jamaah Haji Indonesia, Tiba di Madinah 22 April 2026
Bayu PutraSelasa, 21 April 2026 | 02.08 WIB
Kondisi kamar salah satu hotel yang akan ditempati Jamaah Haji Indonesia di Madinah, Arab Saudi. (Media Center Haji 2026)

JawaPos.com – Pelayanan jamaah haji Indonesia tahun ini akan dimulai besok (21/4). Jamaah haji Indonesia kloter pertama akan mulai masuk ke asrama haji, sebelum terbang ke Madinah pada Rabu (22/4).

Berdasarkan jadwal, Kloter 1 embarkasi Yogyakarta akan menjadi yang pertama berangkat pada musim haji tahun ini.

Mereka dijadwalkan berangkat dari bandara Soekarno-Hatta pada Selasa (21/4) pukul 23.40 WIB, dan tiba di Bandara Internasional Pangeran Mohammad bin Abdulaziz Madinah (AMAA) pukul 06.15 Waktu Arab Saudi (WAS).

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri sekaligus Wakil Ketua II PPIH Arab Saudi, Budi Agung Nugroho mengatakan, para jamaah kloter 1 akan langsung dilayani menggunakan sistem fast track.

Baca Juga: Bak Hotel Mewah, Intip Fasilitas Grand El Hajj Tangerang untuk Jamaah Haji Banten

Termasuk di dalamnya jamaah embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG). “Dengan skema fast track, penyambutan di bandara dilakukan secara singkat,” terangnya di Kantor Daker Madinah, Minggu (19/4).

Tahun ini, sistem Fast Track diterapkan di embarkasi Jakarta Pondok Gede, Solo, Surabaya, ditambah uji coba di Embarkasi Makassar.

Budi memastikan bahwa seluruh layanan di Madinah telah siap menjelang kedatangan kloter pertama.

Kesiapan layanan mencakup seluruh aspek utama, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga transportasi.

Sebanyak 682 petugas PPIH dari Jakarta telah ditempatkan di Daerah Kerja (Daker) Madinah dan Bandara, untuk memastikan proses kedatangan dan pergerakan jamaah berjalan lancar.

Baca Juga: Jelang Keberangkatan, 4 Calon Jemaah Haji Banten Terkendala Aktivasi Kartu Nusuk

“Penyambutan resmi akan dilaksanakan saat jamaah tiba di hotel di Madinah,”lanjut Budi.

Rencananya, Duta Besar RI untuk Arab Saudi bersama Konsul Jenderal RI akan hadir dalam penyambutan perdana tersebut.

Budi juga memastikan bahwa pengaturan pergerakan jamaah dari bandara menuju bus dilakukan secara terorganisir bersama pihak syarikah. Sehingga pergerakan jamaah lebih tertib.

“Pergerakan jamaah diatur berdasarkan regu dan rombongan agar sejak dari bandara hingga pembagian kamar hotel tetap dalam satu kelompok. Ini penting untuk menjaga ketertiban,” jelas Budi.

Jamaah juga tak perlu khawatir mengenai bagasi. Petugas PPIH akan langsung menangani bagasi, dan jamaah tinggal menerimanya di hotel masing-masing.

Baca Juga: Calon Jemaah Haji Harus Tahu: Daftar Tarif Roaming dari 6 Operator Seluler! 

Selama berada di Madinah, jamaah akan menjalani ibadah Arbain selama 8 hingga 9 hari. Kemenhaj juga menjamin layanan konsumsi dengan total maksimal 27 kali makan selama masa tinggal tersebut.

“Setelah itu, jamaah akan diberangkatkan ke Makkah untuk mengikuti rangkaian puncak ibadah haji,” imbuhnya.

EDITOR: Bayu Putra